Dahulu, di tengah masa sulit pandemi COVID-19, lahirlah sebuah gerakan kebaikan yang kini terus tumbuh dan menginspirasi banyak orang. Gerakan tersebut dikenal dengan nama Papan Sedekah, yang pertama kali digagas oleh Bunda Anita, Ketua Yayasan Amal Bunda, bersama seorang pemilik warung sederhana bernama Bu Yani.
Pada podcast Yayasan Amal Bunda, Bu Yani menceritakan kisah lengkapnya. Kisah bermula saat Bunda Anita menjadi pelanggan tetap warung milik Bu Yani. Kala itu, masa pandemi membuat banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian. Melihat situasi tersebut, Bunda Anita berinisiatif untuk membantu warga sekitar sekaligus memberdayakan warung kecil Bu Yani. Ia menitipkan 15 paket sembako berisi sayuran, bumbu, dan lauk pauk senilai Rp15.000 per paket untuk dibagikan secara gratis melalui warung tersebut.
Inisiatif sederhana itu kemudian berkembang menjadi sebuah program rutin yang kini dikenal sebagai Papan Sedekah Amal Bunda. Tidak hanya berhenti pada 15 paket, kini program ini berhasil menyalurkan lebih dari 5.000 paket setiap pekan melalui 27 titik distribusi yang tersebar di wilayah Cilacap. Semua dilakukan dengan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan dukungan dari berbagai pihak yang ikut bersedekah melalui papan kebaikan ini.
Papan Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga memberdayakan warung lokal seperti milik Bu Yani. Berkat keistiqomahannya dalam melayani dan mengelola program ini, Bu Yani bahkan mendapatkan hadiah umrah dari Yayasan Amal Bunda sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya.
Gerakan ini menjadi bukti nyata bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa berdampak besar jika dilakukan dengan konsisten dan tulus. Kini, Papan Sedekah di Cilacap menjadi simbol kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha kecil, dan lembaga sosial untuk saling membantu di tengah kondisi sulit.
Jika Anda ingin ikut berpartisipasi, cukup datang ke “Papan Sedekah” di wilayah Cilacap, atau salurkan bantuan melalui Yayasan Amal Bunda. Satu paket kecil bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang membutuhkan.