Amal Bunda

Doa Sambut Ramadhan, Lengkap dengan Maknanya

Bagikan :

Bulan yang dinanti umat Islam ini bukan sekadar penanda waktu berpuasa, melainkan momentum spiritual untuk memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan menata ulang hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. 

Karena itu, menyambut Ramadhan tidak hanya dilakukan dengan persiapan fisik, tetapi juga dengan doa dan kesiapan hati.

Dalam tradisi Islam, Rasulullah SAW telah mencontohkan sejumlah doa yang dibaca ketika menjelang datangnya bulan suci. 

Doa-doa ini diriwayatkan oleh para ulama hadits terpercaya dan hingga kini diamalkan oleh kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia. 

Doa sambut Ramadhan menjadi ungkapan harap agar Allah memberikan kesehatan, umur panjang, serta kekuatan untuk menjalani ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.

Makna Penting Doa Menyambut Ramadhan

Doa adalah inti dari ibadah. Menjelang Ramadhan, doa menjadi bentuk kesiapan batin agar seorang Muslim tidak hanya “bertemu” Ramadhan secara fisik, tetapi juga mampu memaksimalkan nilai ibadah di dalamnya. 

Dalam doa, terkandung pengakuan akan keterbatasan manusia sekaligus harapan akan pertolongan Allah SWT.

Para ulama menjelaskan, doa sambut Ramadhan mencerminkan tiga harapan utama: dipertemukan dengan Ramadhan, dimampukan menjalani ibadah di dalamnya, dan dijauhkan dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai puasa. 

Tiga harapan ini tampak jelas dalam doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Doa Rasulullah SAW Riwayat Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailami

Doa pertama yang masyhur dibaca menjelang Ramadhan diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailami. Berikut doanya:

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.

Artinya: Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.

Doa ini menegaskan bahwa Ramadhan adalah anugerah. Tidak semua orang diberi kesempatan berjumpa dengannya. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memohon keselamatan fisik dan spiritual agar Ramadhan dapat dijalani secara optimal.

Doa Melihat Hilal Riwayat Imam Abu Dawud

Ketika memasuki awal bulan, Rasulullah SAW juga membaca doa saat melihat hilal. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud:

هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ مرتين، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ ثَلاث مرات، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا
Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka, (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.

Artinya: Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini. (HR Abu Dawud).

Doa ini sarat makna tauhid. Hilal bukan sekadar fenomena alam, melainkan tanda kebesaran Allah dan pengingat bahwa waktu terus berjalan sesuai ketetapan-Nya.

Doa Awal Ramadhan Riwayat Imam Ahmad

Doa lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, kemudian dikutip oleh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Ithafu Ahlil Islam bi Khususiyatis Shiyam:

اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ
Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.

Artinya: Allah maha besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang maha agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadhan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar.

Doa ini mengajarkan kerendahan hati. Ramadhan diharapkan membawa kebaikan, sekaligus menjadi pelindung dari keburukan dunia dan akhirat.

Menghidupkan Ramadhan dengan Amal Nyata

Menyambut Ramadhan juga berarti menyiapkan amal sosial. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menumbuhkan empati kepada sesama. 

Inilah saat yang tepat untuk berbagi dan memperkuat kepedulian sosial.

Salah satu lembaga yang aktif bergerak di bidang kemanusiaan adalah Yayasan Amal Bunda, yayasan sosial yang fokus pada ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan. 

Melalui berbagai programnya, yayasan ini mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai bulan berbagi dan keberkahan.

Semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan Ramadhan tahun ini lebih baik dari sebelumnya, sehingga kelak kita dapat menjadi umat yang bertakwa.***

Leave a Comment