Amal Bunda

Amal Bunda Dukung SDG 4 melalui Pembangunan Fasilitas Pendidikan di NTT

Bagikan :

TTS, NTT – Komitmen mendukung pendidikan berkualitas diwujudkan Amal Bunda melalui pembangunan gedung baru di Sekolah Menengah Teologi Pertama Kristen (SMPTK) Imanuel Tuapakas, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi Amal Bunda terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang mendorong tersedianya akses pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dipimpin Bunda Anita Ratna Faoziyah selaku Ketua Amal Bunda, pembangunan fasilitas pendidikan ini diarahkan untuk mendukung terciptanya ruang belajar yang lebih layak bagi para siswa sekaligus memperkuat kesempatan mereka untuk belajar dan mengembangkan potensi.
Peresmian gedung baru berlangsung pada Rabu (23/9/2026). Kegiatan turut dihadiri Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama jajaran serta Pembina Amal Bunda, Bapak Mukit Hendrayatno, S.T.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh pihak sekolah dan para siswa melalui pengalungan selendang, sapaan adat, serta tarian Okomama yang dibawakan siswa-siswi SMPTK Imanuel Tuapakas.

Dari Fasilitas Menjadi Dampak Pendidikan
Gedung yang telah selesai dibangun kini dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para siswa.

Bagi Amal Bunda, pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan agar anak-anak memiliki ruang yang lebih layak untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi.
Dukungan terhadap fasilitas pendidikan juga menjadi bagian dari kontribusi filantropi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Dalam kerangka SDG 4, pendidikan tidak hanya dipandang sebagai akses terhadap ruang belajar, tetapi sebagai fondasi bagi peningkatan kapasitas dan peluang generasi mendatang.
Sebelumnya, proses pembangunan sekolah telah diupayakan sejak 2017 dengan berbagai keterbatasan fasilitas. Kehadiran gedung baru kini memberikan tambahan ruang yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa dalam menjalani proses pembelajaran.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Setelah itu, rombongan meninjau langsung ruang kelas yang telah selesai dibangun dan siap digunakan.

Melihat langsung fasilitas yang telah selesai, Bunda Anita Ratna Faoziyah menyampaikan rasa syukurnya atas terwujudnya pembangunan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur pembangunan sekolah ini sudah selesai dan bisa digunakan oleh anak-anak. Harapannya, sekolah ini bisa menjadi tempat yang nyaman untuk belajar dan melahirkan generasi-generasi yang cerdas, berkualitas, serta nantinya bisa memberikan kontribusi dan membawa Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Bunda Anita Ratna Faoziyah.

Filantropi untuk Pendidikan Berkelanjutan
Bagi Amal Bunda, dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian dari upaya menghadirkan dampak jangka panjang melalui filantropi.

Ruang belajar yang lebih layak diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran, pengembangan potensi, serta tumbuhnya kepercayaan diri para siswa dalam mempersiapkan masa depan.

Dari perspektif SDGs, langkah tersebut menunjukkan bagaimana kontribusi filantropi dapat diarahkan untuk mendukung tujuan pembangunan yang lebih luas—menghubungkan dukungan hari ini dengan peluang generasi di masa depan.

Pembangunan gedung SMPTK Imanuel Tuapakas menjadi bagian dari perjalanan Amal Bunda dalam menghadirkan kebermanfaatan yang tidak berhenti pada bantuan, tetapi diarahkan pada perubahan dan dampak yang berkelanjutan.
Dari kepedulian menjadi ruang belajar, dari ruang belajar menjadi peluang, dan dari pendidikan menuju masa depan

Leave a Comment