Amal Bunda

Dzikir Pagi dan Petang, Apa Keutamaan dan Waktu Membacanya?

Bagikan :

Dzikir pagi dan petang merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam untuk mengingat Allah, memohon perlindungan, dan menjaga kedekatan dengan-Nya. Amalan ini dapat dilakukan secara rutin, bahkan hanya dengan beberapa bacaan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis sahih.

Lalu, dzikir pagi dan petang dibaca jam berapa, apa keutamaannya, dan bacaan apa saja yang bisa diamalkan? Berikut penjelasannya.

Kapan Waktu Membaca Dzikir Pagi dan Petang?

Waktu dzikir pagi dan petang memiliki beberapa penjelasan di kalangan ulama. Secara umum, dzikir pagi dapat diamalkan setelah salat Subuh hingga pagi hari, sedangkan dzikir petang dapat dibaca setelah salat Asar hingga menjelang malam.

Sebagian ulama memberikan rentang waktu yang lebih luas. Karena itu, tidak perlu terlalu khawatir jika belum sempat membaca dzikir tepat setelah salat. Usahakan tetap mengamalkannya selama masih berada dalam waktu yang dipahami sebagai pagi atau petang.

Anjuran untuk mengingat Allah pada kedua waktu tersebut terdapat dalam Al-Qur’an, yaitu QS. Al-Ahzab ayat 41–42, yang memerintahkan orang beriman untuk banyak berzikir kepada Allah pada pagi dan petang.

Apa Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang?

Ada beberapa keutamaan yang dapat diperoleh dari membiasakan dzikir pagi dan petang.

1. Mengingat Allah dalam aktivitas sehari-hari

Dzikir membantu seorang Muslim menjaga kesadaran bahwa Allah selalu menjadi tempat bergantung. Amalan ini dapat menjadi pengingat sebelum memulai aktivitas pagi maupun ketika menutup kesibukan pada sore hari.

2. Memohon perlindungan kepada Allah

Sebagian bacaan dzikir pagi dan petang berisi permohonan perlindungan dari keburukan dan bahaya. Dengan membacanya, seorang Muslim berikhtiar memohon penjagaan Allah, sembari tetap melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menumbuhkan ketenangan hati

Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram. Membiasakan dzikir dapat membantu seseorang menghadapi aktivitas dengan lebih sadar dan mengingat Allah ketika menghadapi kesulitan.

Bacaan Dzikir Pagi dan Petang yang Bisa Diamalkan

Beberapa bacaan yang dapat dimasukkan dalam rutinitas dzikir pagi dan petang antara lain:

  • Ayat Kursi, yaitu QS. Al-Baqarah ayat 255.
  • Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, yang dibaca masing-masing tiga kali pada pagi dan petang berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi.
  • Sayyidul istigfar, yaitu doa memohon ampun kepada Allah yang keutamaannya dijelaskan dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari.
  • Tasbih, tahmid, dan tahlil, untuk memperbanyak pujian dan mengingat Allah.

Bagi pemula, tidak perlu langsung menghafal semua bacaan. Mulailah dengan bacaan yang sudah dikuasai, kemudian pelajari lafaz, arti, dan dalilnya secara bertahap.

Tips Agar Konsisten Berdzikir

Agar tidak mudah terlewat, biasakan membaca dzikir pagi setelah salat Subuh dan dzikir petang setelah salat Asar. Kamu juga bisa menggunakan buku panduan dzikir yang mencantumkan bacaan Arab, latin, arti, serta sumber hadisnya.

Yang terpenting bukan sekadar banyaknya bacaan, tetapi juga memahami maknanya dan berusaha mengamalkannya secara rutin.

Kesimpulan

Dzikir pagi dan petang merupakan amalan yang dianjurkan untuk mengingat Allah, memohon perlindungan-Nya, dan menumbuhkan ketenangan hati. Waktunya dapat dibiasakan setelah Subuh untuk dzikir pagi dan setelah Asar untuk dzikir petang.

Mulailah dari bacaan yang mudah, pelajari sumbernya, dan lakukan secara konsisten sesuai kemampuan.

Leave a Comment