CILACAP – Amal Bunda berkolaborasi dengan Rumah BUMN Cilacap menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Dari Produk Menjadi Konten: Praktik Membuat Video Promosi dengan AI” di Binangun, Cilacap. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan bisnis melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memasarkan produk secara lebih kreatif dan menarik.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat konten promosi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Melalui praktik pembuatan video promosi, peserta diperkenalkan pada peluang pemanfaatan teknologi digital untuk membantu memperkenalkan produk, menarik perhatian calon konsumen, serta memperluas jangkauan pemasaran.
Di tengah perkembangan pemasaran digital, konten visual menjadi salah satu sarana penting bagi pelaku usaha untuk membangun daya tarik produk dan menjangkau konsumen secara lebih luas. Pemanfaatan AI juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menghasilkan materi promosi secara lebih praktis dan kreatif, termasuk bagi mereka yang masih memiliki keterbatasan pengalaman dalam membuat konten digital.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Amal Bunda dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan berwirausaha. Sebanyak 30 peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru yang bisa diterapkan secara langsung untuk mendukung perkembangan usaha masing-masing.
Ketua Yayasan Amal Bunda, Bunda Anita, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan salah satu program unggulan Amal Bunda yang terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, perempuan perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu memanfaatkan peluang usaha yang semakin terbuka.
“Amal Bunda berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan agar semakin banyak perempuan yang memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian secara ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten promosi yang menarik, sehingga produk yang mereka miliki semakin dikenal dan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Bunda Anita.
Ia juga berharap keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan usaha para peserta. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu perempuan mengembangkan potensi dan meningkatkan daya saing bisnisnya.
Kolaborasi Amal Bunda bersama Rumah BUMN Cilacap dalam kegiatan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang belajar bagi perempuan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran digital. Melalui tema “Dari Produk Menjadi Konten”, peserta didorong untuk melihat bahwa produk yang dimiliki tidak hanya dapat dipasarkan melalui penjualan langsung, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi konten promosi yang menarik dan relevan dengan kebutuhan konsumen.
Pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong peserta agar lebih percaya diri dalam memanfaatkan media digital sebagai bagian dari strategi pemasaran. Kemampuan mengemas produk menjadi konten visual yang komunikatif dapat menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha dalam memperkenalkan produknya kepada calon pelanggan.
Bagi Amal Bunda, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknologi, melainkan bagian dari upaya membangun perempuan yang lebih berdaya melalui akses pengetahuan, peningkatan keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan usaha. Perempuan yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Melalui program pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan serta kolaborasi dengan berbagai pihak, Amal Bunda berharap semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan potensi diri, memanfaatkan peluang di era digital, dan membangun usaha yang lebih mandiri. Dengan keterampilan yang tepat, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sarana untuk bertumbuh dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
