Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026, umat Islam di seluruh dunia kembali bersiap menjalankan salah satu ibadah paling utama, yakni puasa.
Ibadah ini dilakukan selama satu bulan penuh, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.
Puasa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ibadah wajib yang memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Salah satu unsur terpenting dalam pelaksanaannya adalah niat.
Niat menjadi penentu sah atau tidaknya puasa yang dijalankan oleh seorang Muslim.
Pentingnya Niat dalam Puasa Ramadhan
Niat puasa Ramadhan merupakan bagian dari rukun puasa yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, seperti beragama Islam, baligh, berakal, dan mampu menjalankannya.
Secara sederhana, niat adalah kehendak di dalam hati untuk melakukan suatu ibadah karena Allah Ta’ala.
Dalam konteks puasa, niat membedakan antara ibadah dan kebiasaan. Tanpa niat, menahan lapar dan haus hanya bernilai aktivitas biasa, bukan ibadah.
Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa niat puasa Ramadhan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
Perbedaan Pandangan Ulama tentang Niat Puasa Ramadhan
Dalam Islam, terdapat dua pandangan utama terkait niat puasa Ramadhan. Perbedaan ini muncul dari penafsiran para ulama terhadap dalil-dalil syariat.
Melansir NU Online, niat puasa Ramadhan sekaligus untuk sebulan penuh merupakan pandangan dari mazhab Maliki.
Menurut mazhab ini, apabila seseorang telah berniat pada awal Ramadhan untuk berpuasa selama satu bulan penuh, maka puasanya tetap sah meskipun tidak mengulang niat setiap malam.
Artinya, satu kali niat di awal bulan sudah mencakup seluruh hari puasa Ramadhan.
Namun, dalam kitab Hasyiyah Al-Qulyubi disebutkan bahwa niat puasa Ramadhan satu bulan penuh tersebut lebih bersifat antisipasi apabila seseorang lupa berniat pada malam hari.
Dengan kata lain, niat sebulan penuh bukan untuk menggugurkan kewajiban niat harian secara mutlak.
Karena itu, menurut pendapat mazhab Syafi’i yang dianut mayoritas umat Islam di Indonesia, niat puasa tetap dianjurkan, bahkan diwajibkan, untuk dibaca setiap malam selama bulan Ramadhan.
Pendapat ini dinilai lebih hati-hati (ihtiyath) agar ibadah puasa benar-benar sah dan sempurna.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Setiap Hari
Berikut ini bacaan niat puasa Ramadhan yang dibaca setiap malam, lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Niat ini dibaca pada malam hari, sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Apabila seseorang lupa melafalkannya secara lisan, niat di dalam hati tetap dianggap sah menurut mayoritas ulama.
Waktu dan Cara Membaca Niat Puasa
Membaca niat puasa Ramadhan dapat dilakukan setelah salat Isya, setelah salat Tarawih, atau saat sahur.
Tidak ada waktu khusus selama masih berada di rentang malam hari. Yang terpenting, niat sudah ada sebelum waktu Subuh tiba.
Meski niat berada di dalam hati, melafalkannya dengan lisan dianjurkan untuk membantu menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan dalam beribadah. Dengan demikian, puasa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual.
Menyempurnakan Ibadah di Bulan Ramadhan
Selain memperhatikan niat puasa, Ramadhan 2026 juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah lainnya, seperti salat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan kepedulian sosial.
Bulan ini adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Dalam konteks kepedulian sosial, salah satu lembaga yang aktif bergerak di bidang kemanusiaan adalah Yayasan Amal Bunda.
Yayasan ini merupakan yayasan sosial dan kemanusiaan yang bergerak pada bidang ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan.
Kehadiran lembaga sosial semacam ini sejalan dengan semangat Ramadhan yang menekankan solidaritas dan empati kepada sesama.
Kontak Yayasan Amal Bunda:
WhatsApp: 0853-5370-4022
Email: amalbunda.id@gmail.com
Alamat: Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53211
Memahami bacaan niat puasa Ramadhan 2026 beserta perbedaan pandangan ulama menjadi bekal penting bagi Anda dalam menjalankan ibadah dengan tenang dan yakin.
Dengan niat yang lurus dan pemahaman yang benar, puasa Ramadhan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai ibadah yang mendalam.
Semoga Ramadhan 1447 Hijriah menjadi bulan penuh berkah dan penguatan iman bagi kita semua.***