Gerhana matahari merupakan salah satu fenomena alam yang selalu menarik perhatian. Dalam ajaran Islam, peristiwa ini tidak hanya dipahami secara ilmiah, tetapi juga dimaknai sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat gerhana matahari atau sholat kusuf sebagai bentuk ibadah dan refleksi spiritual.
Artikel ini akan membahas cara sholat gerhana matahari secara lengkap, mudah dipahami, dan sesuai tuntunan.
Waktu Terjadinya Gerhana Matahari 17 Februari 2026
Gerhana matahari cincin diprediksi terjadi pada 17 Februari 2026 dan berlangsung selama beberapa jam. Berdasarkan waktu internasional (UTC), proses gerhana dimulai sejak pagi hingga sore hari.
Gerhana matahari akan mulai terlihat secara parsial pada pukul 09.56 UTC, ketika Bulan perlahan menutupi Matahari.
Dalam konteks ibadah, sholat gerhana matahari dapat dilaksanakan sejak gerhana mulai terlihat hingga gerhana berakhir.
Artinya, selama Matahari masih dalam kondisi tergelap atau tertutup sebagian oleh Bulan, sholat kusuf tetap bisa dilakukan.
Pengertian dan Hukum Sholat Gerhana Matahari
Sholat gerhana matahari atau shalat kusuf adalah sholat sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) yang dikerjakan ketika terjadi gerhana matahari.
Rasulullah SAW mencontohkan langsung pelaksanaannya dan menegaskan bahwa gerhana bukanlah pertanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kekuasaan Allah SWT.
Sholat ini dianjurkan dilakukan secara berjamaah di masjid, namun tetap sah apabila dikerjakan sendiri di rumah apabila kondisi tidak memungkinkan.
Niat Sholat Gerhana Matahari
Niat sholat gerhana matahari dilakukan di dalam hati. Lafaz niat yang umum digunakan adalah:
“Ushalli sunnatan likusufisy syamsi rak’ataini lillahi ta’ala.”
Artinya: Saya niat sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Tata Cara Sholat Gerhana Matahari
Sholat gerhana matahari dikerjakan dua rakaat, namun memiliki perbedaan dibanding sholat sunnah lainnya. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku’ dan dua kali sujud, dengan bacaan yang dipanjangkan.
1. Niat dan Takbiratul Ihram
Sholat dimulai dengan niat di dalam hati, lalu dilanjutkan dengan takbiratul ihram sebagaimana sholat pada umumnya.
2. Rakaat Pertama
- Membaca doa iftitah, ta’awudz, Al-Fatihah, dan surat yang panjang, seperti Surat Al-Baqarah.
- Melakukan ruku’ pertama dengan bacaan dan durasi yang panjang.
- Bangun dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan sami’allāhu liman ḥamidah.
- Tidak langsung sujud, tetapi kembali membaca Al-Fatihah dan surat yang lebih pendek dari bacaan pertama, misalnya Surat Ali Imran.
- Melakukan ruku’ kedua, dengan durasi lebih pendek dari ruku’ pertama.
- Bangun dari ruku’ (i’tidal kedua).
- Melakukan sujud dua kali dengan bacaan yang dipanjangkan, diselingi duduk di antara dua sujud.
3. Rakaat Kedua
- Bangkit dari sujud untuk melanjutkan rakaat kedua.
- Tata caranya sama seperti rakaat pertama, yaitu membaca Al-Fatihah dan surat (dianjurkan An-Nisa atau Al-Maidah), ruku’, i’tidal, membaca Al-Fatihah dan surat kembali, ruku’ kedua, i’tidal, lalu sujud dua kali.
- Rakaat kedua ini disunnahkan lebih pendek dari rakaat pertama.
4. Akhir Sholat
- Duduk tasyahud akhir.
- Mengucapkan salam ke kanan dan kiri.
5. Khotbah Sholat Gerhana
Setelah sholat selesai, imam dianjurkan menyampaikan dua khutbah. Isi khutbah biasanya mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar, sedekah, dan takbir.
Imam juga menegaskan bahwa gerhana adalah tanda kebesaran Allah SWT, bukan karena kematian atau kelahiran seseorang.
Hikmah Melaksanakan Sholat Gerhana Matahari
Sholat gerhana matahari mengajarkan umat Islam untuk selalu mengingat kebesaran Allah di tengah fenomena alam.
Peristiwa langit yang luar biasa ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak doa, serta merenungi kebesaran ciptaan-Nya.
Selain itu, sholat kusuf juga memperkuat kesadaran bahwa manusia sepenuhnya bergantung kepada kehendak Allah SWT.
Tentang Yayasan Amal Bunda
Yayasan Amal Bunda merupakan yayasan sosial dan kemanusiaan yang bergerak di bidang ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan. Yayasan ini aktif dalam kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kontak dan Alamat:
Telepon: 0853-5370-4022
Email: amalbunda.id@gmail.com
Alamat: Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53211
***