Amal Bunda

Bagikan :

Istiqomah merupakan sikap konsisten pada diri seseorang, misalnya: konsisten dalam beribadah, bersikap, bertutur kata, dan lain sebagainya.

Kata istiqomah sendiri berasal dari Bahasa Arab yaitu: istiqomah, yastaqimu, istiqamah, yang artinya tegak lurus. Di dalam Islam, istiqomah di jalan kebenaran merupakan sikap yang sangat bagus dan disukai oleh Allah Swt.

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah,’ kemudian mereka istikamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.’” (Q.S. Fushshilat): 30-32).

Contoh Sikap Istiqomah di Jalan Allah

Banyak contoh teladan dalam bersikap istiqomah di jalan Allah Swt., misalnya:

1. Istiqomah mengerjakan salat Tahajud tiga hari dalam sepekan.

2. Istiqomah membaca Al-Qur’an satu juz dalam sehari.

3. Istiqomah mengerjakan salat Duha lima hari dalam sepekan.

4. Istiqomah berinfak setiap hari minimal seribu rupiah. Dll

Apapun amalan kebaikan yang kita kerjakan, lakukanlah dengan istiqomah sesuai dengan kemampuan kita. Hal itu karena Allah Swt. menyukai amalan-amalan yang istiqomah atau konsisten.

Rasulullah saw. bersabda, “Wahai sekalian manusia. Kerjakanlah amalan-amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian bosan. Dan sungguh, amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (H.R. Bukhari dan Muslim). 

Doa Agar Istiqomah di Jalan Allah

Ada doa yang bisa kita panjatkan agar memiliki keistiqomahan di jalan Allah, yaitu jalan kebenaran. Berikut beberapa doanya:

1. Doa Pertama

“Alloohumma innii a’uudzubika minal haur ba’dal kaur.”

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari terpeleset dari landasan yang benar setelah mendapat hidayah.” (H.R. An-Nasai).

2. Doa Kedua

“Yaa Muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik.”

“Wahai Dzat yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu.”

Itulah beberapa doa yang bisa dipanjatkan agar mendapatkan keistiqomahan di jalan Allah Swt. Semoga doa-doa tersebut bisa menginspirasi dan bisa diamalkan setiap hari selepas mengerjakan salat.***