MARAPOKOT, NAGEKEO — Amal Bunda menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat di Desa Marapokot, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan akses pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak, termasuk warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Layanan kesehatan tersebut menjangkau sekitar 80–100 warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Kegiatan dilaksanakan bersama tenaga medis dari Puskesmas Nagekeo.
Warga Mendapatkan Pemeriksaan Kesehatan
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan dasar. Pemeriksaan meliputi tekanan darah atau tensi, kadar gula darah, asam urat, serta kolesterol.
Warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut juga mendapatkan layanan pengobatan dan pemberian obat-obatan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan medis masing-masing.
Kehadiran tenaga medis di lokasi membuat masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara lebih dekat, khususnya bagi warga yang berada di sekitar lokasi pengungsian.
Bunda Anita: Kami Ingin Hadir Lebih Dekat dengan Warga
Ketua Yayasan Amal Bunda, Bunda Anita Ratna Faoziyah, mengatakan bahwa layanan kesehatan ini merupakan bagian dari upaya Amal Bunda untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, kondisi masyarakat di wilayah terdampak membuat akses terhadap layanan dasar, termasuk kesehatan, menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Ketika melihat kondisi warga, terutama yang masih berada di lokasi pengungsian, kami merasa bahwa layanan kesehatan menjadi salah satu hal yang penting untuk dihadirkan,” ujar Bunda Anita.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak hanya ditujukan kepada kelompok tertentu. Anak-anak, orang dewasa, hingga lansia dapat memanfaatkan layanan yang tersedia.
“Kami tidak ingin hanya melihat satu kelompok saja. Ada anak-anak, ada orang tua, ada juga lansia. Semuanya memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda. Karena itu, kami berusaha menghadirkan layanan yang bisa diakses oleh warga secara langsung di tempat mereka berada,” katanya.
Membantu Ratusan Warga Memeriksakan Kesehatan
Bunda Anita juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu warga melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa harus menunggu kondisi mereka menjadi lebih serius.
“Harapannya, warga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Minimal bisa cek tensi, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Kalau memang ada keluhan atau membutuhkan pengobatan, bisa langsung mendapatkan penanganan dari tenaga medis yang hadir,” tutur Bunda Anita.
Menurutnya, keberadaan tenaga medis dari Puskesmas Nagekeo juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kolaborasi bersama Puskesmas Nagekeo. Jadi masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga bisa berkonsultasi dan mendapatkan pengobatan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Kesehatan Menjadi Bagian dari Respons Pascabencana
Layanan kesehatan di Marapokot menjadi salah satu bentuk respons Amal Bunda dalam mendampingi masyarakat di Nagekeo. Selain kebutuhan pangan dan nutrisi, kesehatan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam kondisi pascabencana.
Bunda Anita menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak semata-mata berupa barang, tetapi juga berupa kehadiran dan pendampingan kepada masyarakat.
“Bagi kami, membantu bukan hanya soal memberikan bantuan dalam bentuk barang. Kami juga ingin hadir, bertemu langsung dengan warga, mendengarkan kebutuhan mereka, dan berusaha memberikan apa yang memang dibutuhkan di lapangan,” jelasnya.
Ia berharap layanan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
“Kami berharap warga bisa merasa bahwa mereka tidak sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan ingin membantu. Semoga pemeriksaan dan pengobatan hari ini bisa memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat,” kata Bunda Anita.
Menjangkau Anak, Dewasa, hingga Lansia
Layanan kesehatan yang diberikan terbuka bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Sekitar 80–100 warga mendapatkan layanan dalam kegiatan tersebut. Mereka memperoleh kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus mendapatkan layanan pengobatan bagi yang membutuhkan.
Melalui kolaborasi bersama Puskesmas Nagekeo, Amal Bunda berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian respons Amal Bunda di Nagekeo yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan dan kondisi masyarakat terdampak.
Bagi Amal Bunda, kehadiran secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.