Amal Bunda

125 Anak di Nangadhero Ikuti Kegiatan Psikososial Amal Bunda

Bagikan :

NAGEKEO, NTT — Sebanyak 125 anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) mengikuti kegiatan psikososial yang diselenggarakan Amal Bunda di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang berlangsung bersama anak-anak dari TPQ Nurahman Desa Nangadhero tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang yang aman, menyenangkan, dan penuh interaksi bagi anak-anak penyintas gempa di wilayah terdampak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh relawan setempat. Anak-anak kemudian diajak mengikuti berbagai permainan dan ice breaking yang dirancang untuk membangun suasana akrab sekaligus mendorong mereka untuk berinteraksi dan beraktivitas bersama.

Suasana semakin hidup ketika anak-anak mengikuti berbagai aktivitas psikososial yang dikemas dengan pendekatan ramah anak. Mereka diberikan kesempatan untuk bermain, berkomunikasi, dan mengekspresikan diri melalui kegiatan bersama para relawan dan tim Amal Bunda.

Selain aktivitas psikososial, Amal Bunda juga memberikan apresiasi berupa hadiah GiziDAT kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan. Pemberian tersebut menjadi salah satu momen yang disambut antusias oleh para peserta.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bubur bersama. Anak-anak, relawan, dan tim yang hadir menikmati momen kebersamaan tersebut dalam suasana yang hangat.

Dukungan terhadap kebutuhan anak juga diberikan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berupa roti, susu, dan buah-buahan. Bantuan nutrisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Amal Bunda untuk mendukung kebutuhan anak-anak di lokasi terdampak.

Bunda Anita: Senang Bisa Bertemu Langsung dengan Anak-Anak

Ketua Yayasan Amal Bunda, Bunda Anita Ratna Faoziyah, menyampaikan rasa senang dan bangga dapat hadir serta bertemu langsung dengan anak-anak di Desa Nangadhero.

Menurutnya, pertemuan secara langsung memberikan pengalaman yang berbeda karena tim dapat melihat dan berinteraksi dengan anak-anak yang menjadi bagian dari masyarakat terdampak gempa di NTT.

“Saya merasa sangat senang dan bangga bisa bertemu langsung dengan anak-anak di Nangadhero. Mereka adalah anak-anak penyintas gempa yang tentu membutuhkan perhatian dan dukungan dari kita semua. Ketika melihat mereka bisa bermain, tertawa, dan mengikuti kegiatan dengan antusias, bagi saya itu menjadi kebahagiaan tersendiri,” ujar Bunda Anita.

Ia juga menilai bahwa dukungan kepada anak-anak tidak hanya berkaitan dengan bantuan secara materi, tetapi juga bagaimana menghadirkan ruang interaksi yang dapat membuat mereka merasa diperhatikan dan didampingi.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Kehadiran kami bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk bermain bersama, mendengarkan mereka, dan memberikan ruang agar mereka bisa kembali merasakan suasana yang menyenangkan,” lanjutnya.

Bunda Anita berharap kegiatan psikososial seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama bagi anak-anak yang berada di wilayah terdampak bencana.

“Semoga kehadiran Amal Bunda di sini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak. Kami ingin terus hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tuturnya.

Kegiatan psikososial di Desa Nangadhero menjadi salah satu bentuk perhatian Amal Bunda kepada anak-anak di wilayah terdampak gempa NTT. Melalui permainan, interaksi, pemberian makanan, dan dukungan nutrisi, kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pemulihan mereka.

Bagi anak-anak, kegiatan tersebut mungkin terlihat sederhana—bermain, mendapatkan hadiah, dan makan bersama. Namun, di balik rangkaian aktivitas itu terdapat ruang untuk berinteraksi, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kembali kehadiran orang-orang yang peduli terhadap mereka.

Leave a Comment