Amal Bunda

Cara Hitung Fidyah Puasa, Lengkap dengan Panduan Bayar

Bagikan :

Fidyah puasa menjadi salah satu kewajiban yang kerap ditanyakan umat Islam, terutama menjelang Ramadhan. 

Tidak semua orang mampu menjalankan puasa karena kondisi tertentu, seperti usia lanjut, sakit menahun, hamil, atau menyusui. 

Dalam kondisi tersebut, Islam memberikan keringanan berupa fidyah sebagai bentuk tanggung jawab ibadah.

Namun, masih banyak yang bingung: bagaimana cara menghitung fidyah yang benar? Apakah harus beras atau boleh uang? 

Berapa nominalnya di tahun 2026? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap dan mudah dipahami.

Apa Itu Fidyah Puasa?

Fidyah adalah denda ibadah yang wajib dibayarkan oleh seseorang yang meninggalkan puasa Ramadhan dan tidak mampu menggantinya dengan qadha. 

Kewajiban fidyah umumnya berlaku bagi lansia renta, orang sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh, serta sebagian ulama juga mewajibkannya bagi ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap kondisi bayinya.

Fidyah dibayarkan kepada fakir miskin dalam bentuk makanan pokok atau makanan siap santap.

Takaran Fidyah Puasa yang Wajib Dibayarkan

Mayoritas ulama sepakat bahwa ukuran fidyah adalah 1 mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

1 Mud Itu Berapa?

  • 1 Mud setara dengan cakupan dua telapak tangan orang dewasa
  • Dalam konversi berat modern: sekitar 6,75 ons atau dibulatkan menjadi 0,7 kilogram beras

Artinya, jika Anda meninggalkan puasa selama 10 hari, maka fidyah yang harus disiapkan adalah:

10 hari x 0,7 kg = 7 kg beras

Beras tersebut kemudian diberikan kepada fakir miskin. Penyaluran boleh dilakukan sekaligus atau per hari, sesuai kemampuan.

Lebih Utama: Makanan Siap Santap

Selain dalam bentuk beras mentah, fidyah juga boleh diberikan dalam bentuk makanan matang, seperti nasi lengkap dengan lauk pauknya. 

Bahkan, banyak ulama menilai cara ini lebih utama karena langsung bisa dikonsumsi oleh penerima.

Bolehkah Membayar Fidyah dengan Uang?

Pertanyaan ini sering muncul di masyarakat. Jawabannya bergantung pada mazhab yang dianut.

  • Mazhab Syafi’i: Mengharuskan fidyah dibayar dalam bentuk makanan pokok.
  • Mazhab Hanafi: Membolehkan fidyah dibayar dengan nilai uang (qimah) yang setara dengan makanan tersebut.

Di Indonesia, praktik pembayaran fidyah dengan uang banyak diadopsi oleh BAZNAS dan lembaga zakat resmi, karena dianggap lebih praktis dan memudahkan distribusi kepada fakir miskin.

Estimasi Nominal Fidyah Uang Tahun 2026

Jika fidyah dibayarkan dalam bentuk uang, nominalnya disesuaikan dengan harga makan layak untuk satu orang miskin dalam satu hari, yaitu makan kenyang 2–3 kali sehari.

Estimasi tahun 2026:

  • Harga makan layak per porsi: Rp15.000 – Rp20.000
  • Total kebutuhan harian: Rp45.000 – Rp60.000

Agar aman, banyak lembaga menetapkan fidyah uang sekitar Rp50.000 per hari.

Contoh Cara Menghitung Fidyah

Misalnya, Ibu Budi tidak berpuasa selama 30 hari karena menyusui dan khawatir terhadap kesehatan bayinya.

Opsi Beras:

  • 30 hari x 0,7 kg = 21 kg beras

Opsi Uang:

  • 30 hari x Rp50.000 = Rp1.500.000

Anda dapat memilih salah satu opsi sesuai keyakinan dan kemudahan.

Waktu Terbaik Membayar Fidyah

Fidyah boleh dibayarkan:

  • Saat Ramadhan berlangsung
  • Setelah Ramadhan
  • Bahkan sebelum Ramadhan berikutnya

Namun, semakin cepat fidyah ditunaikan, semakin baik. Terutama jika utang puasa sudah bertahun-tahun tertunda.

Menyalurkan Fidyah Melalui Lembaga Resmi

Agar fidyah tersalurkan tepat sasaran, Anda juga bisa menyalurkannya melalui lembaga sosial terpercaya. Salah satunya adalah:

Yayasan Amal Bunda
Yayasan Sosial dan Kemanusiaan yang bergerak pada bidang Ketahanan Pangan, Pendidikan, dan Kesehatan.
📞 0853-5370-4022
📧 amalbunda.id@gmail.com
📍 Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis,
Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53211

Dengan menunaikan fidyah, Anda tidak hanya menggugurkan kewajiban ibadah, tetapi juga membantu sesama yang membutuhkan.***

Leave a Comment