Bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bulan pertama dalam kalender Hijriah ini termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Karena keutamaannya tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk menjalankan puasa sunah.
Di antara amalan yang paling banyak dilakukan pada bulan Muharram adalah puasa Tasu’a dan puasa Asyura.
Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar dan menjadi salah satu ibadah sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Bagi Anda yang ingin melaksanakannya, penting untuk memahami tata cara puasa Muharram agar ibadah dapat dijalankan dengan baik dan sesuai tuntunan.
Apa Itu Puasa Muharram?
Puasa Muharram adalah puasa sunah yang dilakukan pada bulan Muharram.
Meski puasa dapat dilakukan pada banyak hari di bulan ini, tanggal 9 dan 10 Muharram menjadi waktu yang paling dikenal karena bertepatan dengan puasa Tasu’a dan Asyura.
Sebagian ulama juga menganjurkan menambahkan puasa pada tanggal 11 Muharram. Dengan demikian, seseorang dapat berpuasa selama tiga hari berturut-turut, yaitu 9, 10, dan 11 Muharram.
Puasa ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal saleh pada salah satu bulan yang dimuliakan.
Cara Puasa Muharram yang Benar
Pada dasarnya, cara menjalankan puasa Muharram sama seperti puasa sunah lainnya.
Anda menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Agar pelaksanaannya lebih terarah, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
1. Meniatkan Puasa
Niat merupakan bagian penting dalam ibadah puasa. Untuk puasa sunah, niat dapat dilakukan pada malam hari sebelum fajar.
Namun, jika belum sempat berniat pada malam hari, niat masih diperbolehkan pada pagi atau siang hari selama belum makan, minum, dan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Niat Puasa Tasu’a
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Tasu‘a lillahi Ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Tasu’a esok hari karena Allah Taala.”
Niat Puasa Asyura
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Asyura lillahi Ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Taala.”
2. Makan Sahur
Sahur termasuk amalan yang sangat dianjurkan sebelum berpuasa. Selain membantu menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah, sahur juga mengandung keberkahan sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis.
Anda tidak harus mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Yang terpenting adalah mengisi energi secukupnya dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
3. Menjalankan Puasa Sejak Subuh Hingga Magrib
Setelah masuk waktu Subuh, Anda mulai menahan diri dari makan, minum, dan segala sesuatu yang membatalkan puasa hingga waktu berbuka tiba.
Selain menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik, penting pula menjaga hati, lisan, dan perilaku selama berpuasa.
Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Puasa Muharram?
Banyak ulama menyebutkan bahwa waktu yang paling utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Kedua hari tersebut dikenal sebagai puasa Tasu’a dan Asyura.
Namun, bagi yang ingin memperoleh keutamaan lebih, puasa dapat dilanjutkan hingga tanggal 11 Muharram. Dengan demikian, puasa dilakukan selama tiga hari berturut-turut.
Pilihan lainnya adalah berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja apabila memiliki keterbatasan waktu atau kondisi tertentu.
Pada dasarnya, semakin banyak amal saleh yang dilakukan pada bulan Muharram, semakin besar pula peluang mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Amalan yang Dianjurkan Saat Puasa Muharram
Puasa akan semakin bermakna jika diiringi dengan berbagai amalan baik lainnya. Berikut beberapa amalan yang dapat Anda lakukan selama bulan Muharram.
Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Muharram merupakan momentum yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an. Anda dapat menambah waktu tilawah harian atau mulai membiasakan diri membaca Al-Qur’an secara rutin.
Memperbanyak Zikir dan Doa
Selain membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir dan doa juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Gunakan waktu-waktu mustajab, seperti menjelang berbuka puasa, untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Bersedekah kepada Sesama
Sedekah menjadi salah satu amalan yang dapat melengkapi ibadah puasa. Bentuknya tidak harus berupa uang.
Membantu orang lain, berbagi makanan, atau memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan juga termasuk sedekah.
Menjaga Akhlak dan Perkataan
Puasa tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus. Menjaga lisan dari perkataan buruk, menghindari pertengkaran, serta menahan amarah merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa.
Hikmah Menjalankan Puasa Muharram
Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari puasa Muharram. Salah satunya adalah melatih kedisiplinan dan pengendalian diri setelah memasuki tahun baru Hijriah.
Puasa juga mengajarkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Ketika menahan lapar dan haus, seseorang dapat lebih memahami kondisi mereka yang hidup dalam keterbatasan sehingga tumbuh rasa empati dan kepedulian sosial.
Selain itu, bulan Muharram sering dijadikan sebagai momen untuk memperbaiki diri.
Banyak orang menjadikannya sebagai awal yang baik untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki kebiasaan, dan menetapkan target amal selama setahun ke depan.
Karena itu, jika Anda memiliki kesempatan untuk menjalankan puasa Muharram, manfaatkan bulan yang mulia ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkaya amalan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.***