Puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, terutama bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Puasa yang dilakukan pada 9 Zulhijah ini dikenal memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah penghapusan dosa selama dua tahun, yakni setahun yang lalu dan setahun yang akan datang atas izin Allah SWT.
Menjelang waktu magrib, banyak umat Muslim mencari doa buka puasa Arafah yang dapat diamalkan.
Meski berbuka puasa pada hari Arafah tidak memiliki doa khusus yang berbeda dari puasa lainnya, terdapat beberapa bacaan doa yang umum dipanjatkan dan dianjurkan karena maknanya penuh rasa syukur serta penghambaan kepada Allah SWT.
Selain membaca doa berbuka, waktu menjelang magrib di hari Arafah juga menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak doa, zikir, dan memohon ampunan.
Sebab, hari Arafah termasuk waktu yang sangat mulia dan diyakini penuh keberkahan.
Doa Buka Puasa Arafah yang Paling Umum Dibaca
Salah satu doa buka puasa yang paling sering diamalkan umat Muslim saat berbuka puasa Arafah adalah sebagai berikut:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimiin.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang”.
Doa ini sangat populer karena mengandung makna penghambaan yang mendalam. Dalam bacaan tersebut, seorang Muslim mengakui bahwa puasa dilakukan semata-mata karena Allah SWT, beriman kepada-Nya, serta berbuka dengan nikmat rezeki yang diberikan-Nya.
Makna ini juga mengajarkan rasa syukur. Setelah seharian menahan lapar dan haus, seseorang diingatkan untuk tidak sekadar menikmati makanan berbuka, melainkan menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT.
Doa Buka Puasa Riwayat Rasulullah SAW
Selain doa di atas, ada pula doa berbuka puasa yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW dan cukup sering diamalkan umat Islam. Doa ini disebutkan dalam hadis riwayat Abu Daud.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap, insya Allah”.
Doa ini menggambarkan rasa syukur seorang hamba setelah menjalani puasa. Kalimat tersebut menjadi ungkapan penuh harapan bahwa ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT dan mendatangkan pahala.
Menariknya, doa ini tidak hanya berbicara tentang hilangnya dahaga secara fisik, tetapi juga mengandung makna spiritual.
Setelah berjuang menahan hawa nafsu sepanjang hari, seorang Muslim berharap pahala puasanya dicatat dan diterima oleh Allah.
Mengapa Hari Arafah Sangat Istimewa?
Hari Arafah memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Bagi jamaah haji, hari ini merupakan puncak ibadah saat melakukan wukuf di Padang Arafah.
Sementara bagi umat Islam yang tidak berhaji, dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti puasa, doa, zikir, dan istigfar.
Keutamaan puasa Arafah juga disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, yakni dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun.
Karena itu, banyak umat Muslim memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak ibadah.
Tak sedikit pula yang menjadikan waktu menjelang berbuka sebagai kesempatan terbaik memanjatkan doa.
Dalam tradisi Islam, orang yang berpuasa memiliki waktu mustajab untuk berdoa, terlebih saat menjelang berbuka.
Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Arafah
Selain menyiapkan hidangan berbuka, Anda juga dianjurkan memanfaatkan waktu sebelum azan magrib untuk memperbanyak doa dan zikir.
Hari Arafah dipercaya sebagai salah satu waktu yang penuh keberkahan untuk memohon ampunan, meminta kemudahan rezeki, kesehatan, hingga keselamatan dunia dan akhirat.
Banyak ulama menganjurkan agar umat Muslim tidak melewatkan waktu tersebut hanya dengan aktivitas biasa. Sebaliknya, gunakan momen menunggu berbuka untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Anda dapat membaca doa pribadi, memohon kebutuhan hidup, keselamatan keluarga, kesehatan, kelancaran pekerjaan, atau doa agar diberikan keteguhan iman.
Hari Arafah menjadi kesempatan untuk memperbanyak harapan baik kepada Allah SWT.
Tips Mengisi Waktu Menjelang Berbuka Puasa Arafah
Agar ibadah puasa Arafah semakin bermakna, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan menjelang berbuka:
- Memperbanyak doa dan istigfar.
- Membaca Al-Qur’an atau zikir.
- Menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat.
- Menyegerakan berbuka saat waktu magrib tiba.
- Mengawali berbuka dengan rasa syukur kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, doa buka puasa Arafah bukan sekadar rutinitas sebelum makan dan minum.
Bacaan doa menjadi pengingat bahwa ibadah puasa dilakukan karena Allah SWT dan seluruh nikmat yang diterima berasal dari-Nya.
Karena itu, selain menghafalkan doanya, penting pula memahami maknanya agar ibadah terasa lebih khusyuk dan penuh kesadaran spiritual.***