
Doa memohon perlindungan dari segala hal buruk merupakan salah satu amalan penting bagi umat Muslim.
Ini bukan hanya sebagai bentuk permohonan kepada Allah Swt., melainkan juga untuk berlindung dari marabahaya. Selain itu, doa juga menguatkan jiwa dalam menghadapi ujian hidup.
Doa menjadi senjata ampuh untuk menjaga dan melindungi diri dalam menghadapi berbagai persoalan.
Perlunya Doa Perlindungan
Doa memohon perlindungan seperti permohonan agar Allah Swt melindungi dari bahaya fisik, gangguan makhluk halus, perbuatan jahat manusia, serta zalimnya duniawi dan ukhrawi.
Doa ini termasuk kategori istighasah dengan percaya dan yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sumber segala perlindungan.
Sebagai wujud spiritual kunci untuk menjaga mental serta sosial saat tengah menghadapi tantangan, bencana alam, dan permasalahan sosial.
Doa memiliki peran sebagai “senjata paling ampuh” yang dapat mengubah keadaan buruk menjadi baik, mengusir marabahaya, dan memberikan tenangnya jiwa.
Contoh Doa Memohon Perlindungan
Dalam Al-Qur’an dan hadis, terdapat banyak doa yang mengandung permohonan perlindungan. Contohnya adalah doa yang berasal dari surat Al-Falaq dan An-Nas sebagai mu’awwidhat, doa perlindungan dari segala hal buruk, baik yang tampak maupun ghaib.
Allah Swt. berfirman,
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, dari kejahatan (makhluk) yang menjadikan tipu daya, dari (kejahatan) manusia dan jin yang dengki.” (QS An-Nas 114:1-6)
Selain itu, ada doa seperti yang sering dalam istighasah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي َومِنْ شَرِّ بَصَرِي وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي
Allahumma inni a’udzu bika min sharri nafsi, wa min sharri kulli dabbatin anta akhidhun binasiyatiha. Inna rabbi ‘ala siratin mustaqim.
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan dari kejahatan semua makhluk yang Engkau pegang lehernya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.)
Doa juga berfungsi untuk mempererat persatuan dan bahu-membahu, sebagai bagian dari perwujudan taqwa dan sikap tawakal.
Doa memohon perlindungan dari segala keburukan tidak hanya memiliki makna secara spiritual. Namun, ini juga menjadi penguat motivasi umat dalam mengatasi masalah hidup.
Dalam perspektif agama, doa adalah jembatan antara manusia dan Tuhan, sebagai jalan menghindari malapetaka duniawi maupun gangguan ghaib.***