Nyeri haid sering menjadi pengalaman yang tidak nyaman bagi banyak perempuan, terutama pada hari pertama menstruasi.
Rasa sakit di bagian perut bawah, pinggang, hingga tubuh yang terasa lemas terkadang membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
Dalam ajaran Islam, perempuan yang sedang haid memang mendapat sejumlah keringanan ibadah.
Namun, bukan berarti masa haid membuat seorang muslimah berhenti mendekatkan diri kepada Allah SWT. Justru, perempuan dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir, termasuk ketika merasakan nyeri haid.
Selain berusaha meredakan rasa sakit dengan istirahat cukup, makanan bergizi, atau kompres hangat, membaca doa saat nyeri haid dapat menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar hati lebih tenang dan tubuh diberi kekuatan.
Lantas, bagaimana doa saat nyeri haid yang dianjurkan? Simak penjelasan lengkap berikut.
Memahami Haid dalam Islam
Haid adalah keluarnya darah dari qubul (vagina) perempuan pada waktu tertentu sebagai bagian dari siklus biologis alami.
Dalam pandangan fikih, para ulama mazhab sepakat bahwa haid terjadi ketika seorang perempuan telah memasuki usia minimal sembilan tahun.
Apabila darah keluar sebelum usia tersebut, kondisi itu umumnya dikategorikan sebagai darah penyakit.
Haid termasuk hadas besar yang menyebabkan perempuan belum diperbolehkan menjalankan sejumlah ibadah tertentu sampai kembali suci.
Beberapa ibadah yang dilarang saat haid, sebagaimana dijelaskan dalam kajian fikih, antara lain sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, tawaf, berdiam diri di masjid, hingga hubungan suami istri.
Bahkan, dalam hukum Islam juga disebutkan bahwa suami tidak dianjurkan menjatuhkan talak kepada istri saat masa haid.
Meski demikian, perempuan tetap dapat memperbanyak amalan seperti berdoa, berdzikir, mendengarkan kajian agama, bersedekah, atau memperbanyak istighfar.
Doa saat Nyeri Haid yang Bisa Dibaca
Ketika nyeri haid datang dan tubuh terasa tidak nyaman, seorang muslimah dianjurkan memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui doa.
Berikut bacaan doa saat nyeri haid:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Arab-latin:
Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaauka syifaa’an laa yughadiru saqaman.
Artinya:
“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” (HR Bukhari dan Muslim)
Doa ini pada dasarnya merupakan doa memohon kesembuhan yang dapat diamalkan ketika seseorang mengalami rasa sakit, termasuk nyeri haid.
Membaca doa ini bukan hanya soal berharap sakit mereda, tetapi juga menjadi cara menenangkan pikiran. Sebab, tidak sedikit perempuan yang mengalami stres atau perubahan suasana hati selama menstruasi.
Doa Hari Pertama Haid yang Dianjurkan
Selain doa ketika nyeri haid, terdapat pula dzikir atau doa yang dianjurkan dibaca pada hari pertama menstruasi.
الْحَمْدُللهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ
Arab-latin:
Alhamdulillah ala kulli halin wa astaghfurullaha min kulli dzanbin
Artinya:
“Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segenap dosa.”
Dalam sebuah hadits sebagaimana dijelaskan dalam kitab Munajatun Nisa karya Ibnu Watiniyah, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang wanita yang haid itu, kecuali haidnya merupakan kafarat (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidnya membaca Alhamdulillaahi ala kulli hailin wa astaghfirullah (segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku memohon ampun kepada Allah dari segala dosa), maka Allah SWT menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui siratalmustakim yang aman dari siksa. Bahkan, Allah Ta’alaa mengangkat derajatnya seperti derajatnya 40 orang mati syahid apabila dia selalu berdzikir kepada Allah SAW selama haidnya.”
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa masa haid bukan penghalang untuk tetap mengingat Allah SWT.
Doa Selama Haid agar Tetap Dekat dengan Allah SWT
Selain doa hari pertama haid dan doa saat merasakan nyeri, perempuan juga dianjurkan memperbanyak doa selama masa menstruasi.
Berikut salah satu doa yang dapat diamalkan:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Arab-latin:
Rabbij’al muqiimash shalaati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du’aa
Artinya:
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
Doa ini bisa menjadi pengingat bahwa hubungan spiritual dengan Allah tidak terputus hanya karena seorang perempuan sedang haid.
Kenapa Dzikir Tetap Dianjurkan saat Haid?
Merujuk pada sejumlah penjelasan ulama, dzikir merupakan salah satu amalan yang paling utama di sisi Allah SWT.
Dalam kitab Al Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa aktivitas terbaik seorang hamba adalah menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Allah SWT sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Sementara itu, M. Khalilurrahman Al Mahfani dalam bukunya Keutamaan Doa & Dzikir menerangkan bahwa dzikir adalah sarana komunikasi antara hamba dengan Rabb-nya.
Bahkan, amalan ini disebut lebih utama dibandingkan menginfakkan emas dan perak atau berjihad di jalan Allah SWT.
Karena itu, ketika tubuh terasa lemah akibat nyeri haid, memperbanyak doa dan dzikir dapat menjadi cara untuk memperoleh ketenangan hati sekaligus memperkuat mental.
Tentu saja, selain berdoa, Anda tetap dianjurkan menjaga kesehatan tubuh dengan pola makan bergizi, cukup minum air putih, istirahat cukup, dan memeriksakan diri ke tenaga medis apabila nyeri haid terasa berlebihan.
***