
Islam menganjurkan membaca doa sebelum tidur dan doa bangun tidur. Kedua doa ini merupakan amalan sunah karena memiliki berbagai manfaat bagi spiritual dan fisik umat Muslim.
Doa-doa ini mengingatkan setiap individu supaya taat pada Allah Swt. serta menguatkan ikatan batin saat menghadapi kondisi rentan seperti tidur dan bangun
Keutamaan Membaca Doa Sebelum Tidur
بِسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَا وَبِسْمِكَ أَمُوْتُ
Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut.
Artinya, “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (HR. Bukhari)
Selain itu, Rasulullah saw. biasa membaca doa berikut.
بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Bismika Rabbi wada’tu janbi wa bika arfa’uhu, in amsakta nafsi farhamha wa in arsaltaha fahfazha bima tahfazhu bihi ‘ibadakas shalihin.
Artinya, “Dengan nama-Mu ya Tuhanku, aku meletakkan lambungku dan dengan nama-Mu aku bangun darinya. Jika Engkau menahan nyawaku, berilah rahmat, dan jika Engkau melepasnya, peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba yang saleh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebelum tidur, Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk membaca doa sebagai bentuk penghambaan dan permohonan perlindungan.
Tidur dalam Islam sebagai simbol kematian sementara saat ruh manusia tertahan oleh Allah sementara waktu.
Dengan membacakan doa sebelum tidur, seseorang menyerahkan diri sepenuhnya dengan tujuan untuk memohon perlindungan dari gangguan setan, jin, dan berbagai bahaya lain.
Doa sebelum tidur antara lain juga membawa ketenangan jiwa dan batin, memberikan rasa aman sehingga tidur menjadi nyenyak, serta menjadi sarana penghapus dosa-dosa kecil jika membacanya dengan penuh khusyuk.
Hadis sahih menyebutkan bahwa barang siapa membaca doa sebelum tidur, dosanya diampuni meskipun sebanyak buih di laut.
Nabi Muhammad saw. juga mempraktikkan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setelah doa sebagai perlindungan tambahan.
Keutamaan Doa Bangun Tidur
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nushur.
Artinya, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah kami kembali.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bangun tidur menjadi saat yang penuh berkah karena manusia kembali untuk memiliki kesempatan hidup. Rasulullah saw. memulai hari dengan bacaan doa syukur pada Allah atas karunia-Nya menghidupkannya setelah tertidur.
Doa ini memberikan arti akan nikmat hidup, menguatkan iman, dan menanamkan rasa syukur yang mendalam.
Selain itu, membaca doa pagi membantu menyiapkan hati dan pikiran untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan optimisme.
Amalan ini juga mengusir kantuk dan rasa malas yang sering menghampiri saat baru bangun serta menjadi penguat pertahanan spiritual dari gangguan makhluk halus sepanjang hari.
Rangkaian doa sebelum tidur dan bangun bukan hanya ritual tanpa makna, melainkan amalan dengan manfaat menyeluruh bagi kesehatan spiritual dan fisik.
Doa bisa mengurangi kecemasan dan stres serta meningkatkan kualitas tidur yang berujung pada kesegaran tubuh saat bangun pagi.***