Istighfar merupakan salah satu amalan sederhana namun memiliki keutamaan luar biasa dalam kehidupan seorang Muslim.
Banyak orang bertanya, sebenarnya istighfar diucapkan berapa kali dalam sehari? Apakah ada jumlah tertentu yang dianjurkan?
Dalam ajaran Islam, istighfar tidak dibatasi secara kaku. Namun, terdapat beberapa anjuran yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi umatnya.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami jumlah istighfar yang dianjurkan, waktu terbaik membacanya, serta manfaat yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Anjuran Jumlah Istighfar dalam Sehari
Dalam praktiknya, istighfar bisa dibaca kapan saja dan sebanyak mungkin. Namun, ada beberapa jumlah yang dianjurkan berdasarkan hadits.
1. Istighfar 100 Kali Sehari
Salah satu anjuran yang paling dikenal adalah membaca istighfar sebanyak 100 kali dalam sehari. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim:
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari”.
Anjuran ini menunjukkan bahwa bahkan seorang Nabi yang maksum pun tetap memperbanyak istighfar. Ini menjadi teladan bahwa Anda juga dianjurkan untuk menjadikannya sebagai rutinitas harian.
2. Istighfar 70 Kali atau Lebih
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah juga beristighfar sebanyak 70 kali atau lebih dalam sehari. Ini menegaskan bahwa jumlah istighfar tidak harus selalu sama, tetapi yang terpenting adalah konsistensi.
Dengan membaca istighfar secara rutin, Anda dapat menjaga hati tetap bersih dan lebih dekat kepada Allah.
3. Istighfar 3 Kali Setelah Shalat
Selain jumlah harian, ada juga anjuran khusus setelah shalat fardhu. Anda disunnahkan membaca “Astaghfirullah” sebanyak tiga kali setelah salam.
Amalan ini menjadi bentuk kerendahan hati, seolah Anda memohon ampun atas kekurangan dalam ibadah yang baru saja dilakukan.
Apakah Ada Batas Maksimal Istighfar?
Jawabannya adalah tidak ada batas maksimal. Anda bebas memperbanyak istighfar kapan saja dan di mana saja.
Semakin sering Anda mengucapkannya, semakin besar pula peluang mendapatkan ampunan dan ketenangan hati.
Bahkan, istighfar bisa dilakukan dalam berbagai kondisi, seperti saat berjalan, bekerja, atau sebelum tidur.
Waktu Terbaik untuk Membaca Istighfar
Meski bisa dilakukan kapan saja, ada waktu-waktu tertentu yang dianggap lebih utama.
1. Sepertiga Malam Terakhir
Waktu sahur atau sepertiga malam terakhir menjadi momen paling dianjurkan untuk beristighfar. Pada waktu ini, suasana lebih tenang dan doa lebih mudah dikabulkan.
2. Setelah Shalat Fardhu
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, membaca istighfar setelah shalat menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
3. Saat Merasa Gelisah atau Berdosa
Istighfar juga bisa menjadi solusi saat Anda merasa gelisah, cemas, atau memiliki beban pikiran. Dengan memohon ampun, hati akan terasa lebih ringan.
Manfaat Istighfar dalam Kehidupan
Istighfar bukan sekadar ucapan, tetapi memiliki dampak nyata dalam kehidupan Anda. Beberapa manfaatnya antara lain:
1. Mendapat Ampunan Dosa
Istighfar menjadi sarana utama untuk memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah dilakukan.
2. Memberikan Ketenangan Hati
Dengan memperbanyak istighfar, hati akan terasa lebih damai dan terhindar dari kegelisahan.
3. Membuka Pintu Rezeki
Dalam banyak kajian, disebutkan bahwa istighfar dapat menjadi sebab terbukanya pintu rezeki.
4. Mendekatkan Diri kepada Allah
Semakin sering Anda beristighfar, semakin kuat hubungan spiritual yang terjalin.
Tips Konsisten Membaca Istighfar
Agar Anda bisa istiqamah dalam beristighfar, berikut beberapa tips sederhana:
- Tetapkan target harian, misalnya 100 kali
- Gunakan waktu luang seperti saat perjalanan
- Biasakan membaca setelah shalat
- Gunakan tasbih atau penghitung digital
Dengan cara ini, istighfar akan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Lembaga Sosial dalam Menebar Kebaikan
Selain memperbaiki diri melalui ibadah, Anda juga bisa menyalurkan kebaikan melalui lembaga sosial.
Salah satunya adalah Yayasan Amal Bunda, yang bergerak di bidang ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan.
Kehadiran lembaga seperti ini membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjadi sarana berbagi bagi Anda yang ingin berkontribusi.***