Setiap bulan hijriah, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan puasa sunnah Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan qamariyah.
Pada bulan Mei 2025 ini, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada hari Minggu, Senin, dan Selasa, tepatnya tanggal 11, 12, dan 13 Mei 2025 Masehi. Ketiganya bertepatan dengan 13–15 Dzulqaidah 1446 H.
Namun, satu pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah puasa Ayyamul Bidh harus dilakukan berturut-turut? Atau bolehkah dipisah-pisah jika ada halangan?
Boleh Dilakukan Berurutan, Lebih Utama Lagi Bila Konsisten
Secara umum, puasa Ayyamul Bidh dianjurkan untuk dilakukan secara berurutan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriyah. Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang sering melakukannya secara konsisten di tengah bulan qamariyah.
Hadis riwayat Abu Dzar al-Ghifari RA menyebutkan, Rasulullah bersabda:
“Jika engkau ingin berpuasa dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.”(HR. Tirmidzi)
Artinya, berpuasa secara berurutan memang lebih baik, karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara utuh. Tetapi, jika Anda tidak mampu berpuasa penuh selama tiga hari berturut-turut karena alasan kesehatan, pekerjaan, atau sebab lain yang syar’i, Anda tetap boleh melakukannya secara terpisah dalam bulan hijriyah yang sama, selama masih dalam rentang tanggal 13–15.
Namun, apabila seseorang hanya sempat melaksanakan satu atau dua hari saja, maka tetap mendapatkan pahala puasa sunnah. Islam tidak memberatkan, dan niat serta usaha Anda tetap dicatat sebagai amalan yang baik.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan luar biasa. Salah satunya adalah mendapat pahala seperti berpuasa sepanjang tahun. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, puasa ini juga menjadi momen untuk memperbanyak introspeksi, mengontrol hawa nafsu, dan menyucikan hati.
Tanggal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2025
Bagi Anda yang merasa beban hidup kian berat, puasa bisa menjadi sarana spiritual untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan menguatkan mental.
Berdasarkan kalender hijriyah, berikut rincian tanggal puasa Ayyamul Bidh di bulan Mei 2025:
- 13 Dzulqaidah 1446 H → Minggu, 11 Mei 2025
- 14 Dzulqaidah 1446 H → Senin, 12 Mei 2025
- 15 Dzulqaidah 1446 H → Selasa, 13 Mei 2025
Pastikan Anda mengecek kalender hijriyah resmi atau pengumuman dari lembaga keagamaan terpercaya karena penetapan tanggal bisa sedikit berbeda tergantung metode rukyah atau hisab yang digunakan.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Berikut niat puasa Ayyamul Bidh yang bisa Anda baca sebelum Subuh:
Nawaitu shauma ayyamil bidh sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.
Anda juga bisa meniatkan dalam hati tanpa harus dilafalkan keras, karena niat adalah urusan batin.
Ingin Sekaligus Bersedekah?
Selain berpuasa, memperbanyak sedekah di hari-hari putih (Ayyamul Bidh) juga sangat dianjurkan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sedekah bisa menghapus dosa, sebagaimana air memadamkan api.
Jika Anda ingin bersedekah dengan aman dan tepat sasaran, salah satu rekomendasi lembaga terpercaya adalah Yayasan Rintisan Amal Bunda.
Lembaga ini aktif menyalurkan sedekah dan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.
Rekening Donasi:
BSI 7166633375
a.n. LKS Yayasan Rintisan Amal Bunda
Kontak Informasi:
0813-8894-2720
Dengan bersedekah melalui lembaga ini, Anda tidak hanya memberi bantuan secara materi, tetapi juga ikut membangun harapan dan senyum bagi mereka yang sedang berjuang.
Di hari-hari istimewa seperti Ayyamul Bidh, sedekah bisa menjadi wasilah terkabulnya doa dan ketenangan batin Anda.
Kesimpulan
Jadi, apakah puasa Ayyamul Bidh boleh dilakukan berurutan? Jawabannya: boleh dan bahkan sangat dianjurkan untuk dilakukan berurutan.
Tapi jika Anda memiliki kendala dan hanya bisa melaksanakan satu atau dua hari, tetap tidak masalah. Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan kasih sayang.
Jadikan momen Ayyamul Bidh bulan Mei 2025 ini sebagai titik awal untuk lebih dekat kepada Allah SWT. Tidak hanya dengan berpuasa, tapi juga dengan memperbanyak sedekah, doa, dan ibadah lainnya.***