CILACAP – Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif lembaga filantropi. Hal inilah yang diwujudkan oleh LAZ Yayasan Rintisan Amal Bunda melalui Program Rumah Sahabat Lansia, sebuah layanan kesehatan berkelanjutan yang setiap bulan menjangkau 1.178 penerima manfaat di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap.
Program ini menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan akses layanan kesehatan bagi lansia, Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan mengurangi beban biaya kesehatan masyarakat prasejahtera, Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui layanan bagi kelompok rentan, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan, relawan, pemerintah desa, dan berbagai mitra.
Setiap bulan, Program Rumah Sahabat Lansia melayani 1.178 penerima manfaat, terdiri atas 304 lansia binaan yang mendapatkan pendampingan kesehatan secara rutin serta 853 penerima manfaat lainnya melalui layanan kesehatan insidental yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Cilacap.
Sebanyak 304 lansia binaan merupakan kelompok asnaf zakat yang memperoleh pendampingan kesehatan secara berkelanjutan. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan setiap bulan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi kesehatan, edukasi pola hidup sehat, hingga pengobatan gratis sesuai kebutuhan medis.
Sementara itu, layanan kesehatan insidental yang menjangkau 853 penerima manfaat dilaksanakan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan di berbagai titik pelayanan. Program jemput bola ini menjadi solusi bagi lansia yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan maupun kendala ekonomi.
Melalui pemeriksaan kesehatan rutin, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, dan asam urat dapat dideteksi sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Pendekatan promotif dan preventif ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para lansia sekaligus mengurangi risiko komplikasi penyakit di usia lanjut.
Ketua LAZ Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, S.T., M.Sc., mengatakan bahwa Program Rumah Sahabat Lansia merupakan wujud nyata kontribusi lembaga zakat dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“Pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat, termasuk para lansia. Melalui Program Rumah Sahabat Lansia, kami ingin memastikan bahwa lansia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera, memperoleh layanan kesehatan yang berkelanjutan, mudah diakses, dan bermartabat. Inilah kontribusi nyata LAZ Amal Bunda dalam mendukung pencapaian SDGs Indonesia, khususnya menciptakan kehidupan yang sehat, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk lembaga zakat yang mampu menghadirkan program-program berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami percaya bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional mampu menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa. Ketika masyarakat bergotong royong melalui filantropi, maka target-target SDGs Indonesia bukan sekadar cita-cita, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah Anita.
Hingga saat ini, Program Rumah Sahabat Lansia terus berkembang sebagai salah satu layanan unggulan LAZ Yayasan Rintisan Amal Bunda dalam bidang kesehatan. Dengan jangkauan 1.178 penerima manfaat setiap bulan, program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat secara profesional mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pembangunan kesehatan masyarakat dari tingkat komunitas.