Cilacap, 23 Juli 2026 – Yayasan Rintisan Amal Bunda memperkuat komitmennya dalam membangun organisasi filantropi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada dampak melalui kegiatan Scale-Up Amal Bunda: Toward a Center of Excellence yang diselenggarakan pada 22–23 Juli 2026 di Dalem Madyasih Ethos, Cilacap.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengurus dan jajaran manajemen Yayasan Amal Bunda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi, mendorong inovasi, sekaligus menyusun Roadmap Pengembangan Amal Bunda 2026–2031 sebagai arah transformasi kelembagaan menuju lembaga filantropi yang unggul dan berdaya saing nasional.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian diskusi strategis, evaluasi organisasi, penyelarasan visi, penyusunan sasaran strategis (big goals), penguatan budaya kerja, pengembangan sistem manajemen berbasis Key Performance Indicators (KPI), serta perumusan prioritas program lima tahun ke depan. Roadmap yang disusun akan menjadi acuan dalam memperkuat tata kelola, transformasi digital, pengembangan sumber daya manusia, penghimpunan dana, inovasi program, dan perluasan kemitraan lintas sektor guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, mengatakan bahwa penguatan organisasi merupakan fondasi utama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa dampak sosial yang besar lahir dari organisasi yang memiliki tata kelola yang kuat, sumber daya manusia yang unggul, serta arah pengembangan yang jelas. Melalui Roadmap 2026–2031, Amal Bunda meneguhkan komitmen untuk terus bertumbuh sebagai lembaga filantropi yang profesional, inovatif, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Roadmap 2026–2031 yang disusun memuat arah pengembangan organisasi secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi kelembagaan, akselerasi pertumbuhan program, peningkatan kualitas layanan, pengembangan inovasi sosial, hingga penguatan posisi Amal Bunda sebagai center of excellence di bidang filantropi dan pemberdayaan masyarakat.
Seluruh strategi tersebut dirancang untuk memastikan setiap program tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga menghasilkan dampak yang terukur, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan sosial yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Rintisan Amal Bunda menegaskan bahwa transformasi organisasi bukan sekadar upaya meningkatkan kapasitas internal, melainkan investasi jangka panjang untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
Dengan tata kelola yang semakin kuat, budaya inovasi yang terus tumbuh, serta roadmap yang menjadi pedoman pengembangan lima tahun ke depan, Amal Bunda optimistis mampur memperluas kolaborasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan menghadirkan dampak sosial yang semakin nyata bagi Indonesia.