Cilacap – Dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, pelestarian ekosistem laut, perlindungan lingkungan pesisir, dan penguatan kepedulian sosial, LAZ Yayasan Rintisan Amal Bunda menyelenggarakan kegiatan “Petualangan Tukik Cilik: Kembara Penyu ke Laut Luas!” di Pantai Sodong, Sabtu (4/7/2026).
Program eduwisata ini diikuti oleh 100 anak, terdiri dari 80 anak umum dan 20 anak yatim, sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi konservasi penyu, di mana peserta mendapatkan pengetahuan mengenai siklus hidup penyu, ancaman terhadap kelestariannya, serta pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai habitat satwa laut yang dilindungi.
Setelah itu, anak-anak mengikuti pelepasan tukik ke laut lepas sebagai bentuk aksi nyata mendukung pelestarian keanekaragaman hayati laut.
Selain itu, peserta juga melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak akan pentingnya mangrove sebagai pelindung pantai dari abrasi, habitat berbagai biota laut, serta penyerap karbon yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Melalui pengalaman langsung tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai sejak dini.
Memanfaatkan momentum Bulan Muharam, Amal Bunda juga menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada upaya menghadirkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian.
Kegiatan semakin meriah dengan berbagai games edukatif yang dirancang untuk memperkuat kerja sama, kreativitas, serta kecintaan anak-anak terhadap alam dan sesama.
Ketua LAZ Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, S.T., M.Sc., mengatakan bahwa program ini merupakan implementasi nyata peran lembaga filantropi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan edukasi dan aksi langsung.
“Kami meyakini bahwa membangun masa depan yang berkelanjutan harus dimulai dari membentuk karakter generasi muda. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mencintai laut dengan melepas tukik, menjaga pesisir melalui penanaman mangrove, sekaligus menumbuhkan empati dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim di Bulan Muharam. Inilah ikhtiar Amal Bunda untuk menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat hari ini, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang,” ujar Anita Ratna Faoziyah.
Melalui program ini, LAZ Yayasan Rintisan Amal Bunda menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi program yang mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dengan menggabungkan edukasi, konservasi, dan kepedulian sosial dalam satu rangkaian kegiatan, Amal Bunda berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, kemanusiaan, dan masa depan bumi yang lebih lestari