Amal Bunda

Waktu Mustajab untuk Berdoa menurut Hadis

Bagikan :
Waktu Mustajab/Freepik

Doa adalah salah satu bentuk ibadah yang paling dekat dengan hati seorang muslim. Melalui doa, manusia dapat menyampaikan permohonan, rasa syukur, dan pengharapan langsung kepada Allah.

Meskipun Allah selalu mendengar setiap permintaan hamba-Nya, terdapat momen tertentu di mana doa memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.

Memahami waktu-waktu mustajab ini membantu seseorang tidak hanya memperbanyak doa, tetapi juga menanamkan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mengetahui momen tersebut bisa meningkatkan kualitas ibadah, karena doa yang disampaikan pada waktu yang tepat cenderung lebih fokus dan khusyuk.

Waktu Mustajab

1. Sepertiga Malam Terakhir

Rasulullah ﷺ bersabda,
“Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.”
(HR. Bukhari no. 1145, Muslim no. 758)

Ketenangan di malam hari membuat hamba lebih mudah berdoa dengan fokus, sementara kesunyian sekitar menciptakan suasana yang mendukung khusyuknya ibadah.

2. Antara Azan dan Iqamah

“Doa antara azan dan iqamah tidak akan ditolak.”
(HR. Abu Dawud no. 521, Tirmidzi no. 212, Hasan Sahih)

3. Saat Sujud dalam Salat

“Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.”
(HR. Muslim no. 482)

4. Saat Turun Hujan

“Doa tidak ditolak pada dua waktu: ketika azan berkumandang dan ketika hujan turun.”
(HR. Abu Dawud no. 2540, Sahih oleh Al-Albani)

5. Hari Jumat

“Pada hari Jumat terdapat satu waktu, jika seorang hamba muslim berdoa bertepatan dengannya, maka Allah akan mengabulkannya.”
(HR. Bukhari no. 935, Muslim no. 852)

Banyak ulama berpendapat waktu yang dimaksud adalah antara asar hingga maghrib.

6. Saat Berpuasa hingga Berbuka

“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa hingga berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.”
(HR. Tirmidzi no. 2526, Ibnu Majah no. 1752, Hasan)

7. Hari Arafah

“Doa terbaik adalah doa pada hari Arafah.”
(HR. Tirmidzi no. 3585, Hasan)

Pentingnya Mengetahui Waktu

Mengetahui waktu-waktu mustajab untuk berdoa adalah bagian dari kecerdasan seorang muslim dalam memanfaatkan kesempatan mendekatkan diri kepada Allah.

Doa bukan sekadar permintaan, tetapi wujud kerendahan hati dan pengakuan bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman Allah.

Dengan berdoa pada momen-momen istimewa ini, seorang hamba sedang menunjukkan kesungguhan dan kesadarannya akan kebesaran Allah.

Namun, penting diingat bahwa doa tidak hanya bernilai karena waktu dan tempat, tetapi juga karena keikhlasan hati, keyakinan penuh bahwa Allah mendengar, serta kesabaran dalam menunggu jawaban dari-Nya.

Tidak semua doa langsung dikabulkan sesuai keinginan kita. Ada doa yang Allah kabulkan segera, ada yang disimpan untuk kebaikan di akhirat, dan ada pula yang menjadi penghalang datangnya musibah.

 Semua itu adalah bentuk kasih sayang Allah yang lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.

Oleh karena itu, memperbanyak doa di waktu mustajab seharusnya tidak menjadikan seorang muslim hanya berharap pada momen tertentu, melainkan sebagai dorongan untuk terus konsisten berdoa setiap waktu.

Dengan demikian, seorang muslim akan terbiasa menjadikan doa sebagai bagian penting dari hidupnya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, senang maupun susah.***

Leave a Comment