Amal Bunda

Ketua LAZ Amal Bunda: Zakat Harus Menjadi Solusi Nyata bagi Persoalan Sosial Bangsa

Bagikan :

CILACAP – Di tengah meningkatnya tantangan sosial dan ekonomi masyarakat, pengelolaan zakat dituntut tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Komitmen tersebut menjadi prinsip yang terus dikembangkan oleh Ketua LAZ Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, S.T., M.Sc., dalam membangun berbagai program pemberdayaan berbasis zakat yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurut Anita, zakat merupakan instrumen ekonomi dan sosial yang memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan nasional apabila dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Karena itu, LAZ Amal Bunda mengembangkan berbagai program yang tidak hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat.

“Zakat bukan sekadar bantuan yang habis dalam sehari atau sebulan. Zakat harus menjadi investasi sosial yang mampu mengubah kehidupan masyarakat. Ketika zakat dikelola dengan baik, maka ia dapat menghadirkan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan,” ujar Anita.

Di bawah kepemimpinannya, LAZ Amal Bunda terus memperkuat berbagai program unggulan, mulai dari Rumah Sahabat Lansia, Dapur Gizi Amal Bunda, beasiswa pendidikan, Papan sedekah, rumah sahabat quran, program kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan. Seluruh program dirancang agar memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Rumah Sahabat Lansia, yang setiap bulan melayani sekitar 1.178 penerima manfaat, terdiri atas 304 lansia binaan dari kelompok asnaf zakat dan 853 penerima manfaat melalui layanan kesehatan di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap. Program ini menghadirkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi kesehatan, hingga pengobatan gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup para lansia.

Menurut Anita, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat dikelola menjadi layanan sosial yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami ingin membangun ekosistem zakat yang berorientasi pada dampak. Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa dana yang disalurkan, tetapi sejauh mana zakat mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika seorang lansia dapat hidup lebih sehat, seorang anak dapat terus bersekolah, atau sebuah keluarga mampu bangkit secara ekonomi, di situlah zakat telah menjalankan fungsi sosialnya secara optimal,” katanya.

Anita juga menilai bahwa penguatan tata kelola menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. Oleh karena itu, LAZ Amal Bunda terus mengedepankan prinsip amanah, profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada dampak dalam setiap pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.

“Kepercayaan para muzaki adalah amanah yang sangat besar. Karena itu, setiap rupiah yang dititipkan harus dikelola secara bertanggung jawab dan mampu menghasilkan manfaat yang dapat diukur. Kami ingin masyarakat melihat bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga solusi nyata dalam menjawab persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial di Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan sosial di masa depan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat agar program-program sosial memiliki jangkauan yang lebih luas dan memberikan dampak yang lebih besar.

“Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kekuatan. Ketika pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga filantropi berjalan bersama, maka kita tidak hanya membantu masyarakat keluar dari kesulitan, tetapi juga membangun Indonesia yang lebih sehat, lebih mandiri, dan lebih sejahtera,” ujarnya.

Melalui kepemimpinan Anita Ratna Faoziyah, LAZ Yayasan Rintisan Amal Bunda terus berupaya menghadirkan model pengelolaan zakat yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan relevan dengan agenda pembangunan nasional. Berbagai program yang dijalankan menunjukkan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang mampu menghadirkan manfaat nyata, memperkuat ketahanan masyarakat, dan berkontribusi terhadap terwujudnya Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Leave a Comment