Amal Bunda

5 Amalan saat Berkurban, Apa yang Harus Dibaca?

Bagikan :

Hari Raya Idul Adha adalah momen yang sangat istimewa bagi umat Islam. 

Selain meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS, umat Muslim juga disunnahkan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. 

Namun, tahukah Anda bahwa ibadah kurban tidak hanya soal menyembelih hewan? Ada banyak amalan yang bisa Anda lakukan agar kurban semakin bermakna. Apa saja? Yuk, simak ulasan lengkapnya!

5 Amalan saat Berkurban

1. Niat Ikhlas karena Allah

Setiap amal ibadah dimulai dengan niat, begitu pula dengan kurban. Niat harus tulus hanya karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau demi gengsi. 

Bacaan niat ini tak harus dilafalkan secara lisan, tetapi cukup di dalam hati. Namun, jika ingin melafalkannya, berikut contoh bacaan niat berkurban:

“Bismillahi Allahumma taqabbal minni kama taqabbalta min khalilika Ibrahim.”
Artinya: Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dariku sebagaimana Engkau telah menerima dari kekasih-Mu Ibrahim.

Mengawali dengan niat yang benar menjadikan kurban Anda lebih bernilai di sisi Allah SWT.

2. Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syarat

Amalan penting lainnya adalah memastikan hewan kurban memenuhi syarat. Hewan yang boleh dijadikan kurban adalah kambing, domba, sapi, atau unta, dengan usia minimal dan kondisi fisik yang sehat—tidak buta, pincang, atau kurus kering.

Pastikan juga hewan diperlakukan dengan baik sejak awal. Islam mengajarkan kasih sayang terhadap semua makhluk, termasuk hewan yang akan dikurbankan. 

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam segala hal. Maka jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik…” (HR. Muslim).

3. Membaca Doa saat Menyembelih

Ketika tiba waktunya menyembelih, ada bacaan yang sebaiknya diucapkan agar ibadah kurban sah dan penuh berkah. Berikut doanya:

“Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma hadzihi minka wa laka.”
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (hewan kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu.

Bacaan ini diucapkan oleh orang yang menyembelih. Jika Anda menyerahkan penyembelihan kepada orang lain, Anda tetap bisa menghadirinya dan ikut membaca takbir sambil menyaksikan prosesnya.

4. Tidak Memotong Rambut dan Kuku

Sunnah lain bagi orang yang hendak berkurban adalah tidak memotong kuku dan rambut sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih. 

Hal ini dianjurkan sebagai bentuk penghayatan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, serupa dengan jamaah haji.

Larangan ini hanya berlaku bagi orang yang berkurban, bukan seluruh anggota keluarga. Meskipun tampak sepele, mengikuti anjuran ini menjadi bentuk ketaatan yang memperkaya nilai ibadah kurban.

5. Menyalurkan Kurban kepada yang Berhak

Setelah kurban disembelih, jangan lupa bahwa pembagian dagingnya juga merupakan ibadah. 

Islam mengajarkan untuk membagi daging kurban kepada tiga pihak: sepertiga untuk diri dan keluarga, sepertiga untuk tetangga atau kerabat, dan sepertiga untuk kaum dhuafa.

Agar distribusinya merata dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan, Anda bisa mempercayakan kepada lembaga sosial terpercaya seperti Yayasan Rintisan Amal Bunda. 

Yayasan ini sudah berpengalaman menyalurkan hewan kurban hingga ke daerah-daerah pelosok yang jarang tersentuh bantuan.

Tak hanya menyalurkan hewan kurban, Yayasan Rintisan Amal Bunda juga menerima sedekah dan donasi dalam berbagai bentuk. Bagi Anda yang ingin berkontribusi, berikut informasi donasinya:

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): 7166633375
    Atas Nama: LKS Yayasan Rintisan Amal Bunda
    Kontak WhatsApp: 0813-8894-2720

Dengan berdonasi melalui yayasan ini, Anda sudah membantu menyebarkan kebahagiaan dan keberkahan di Hari Raya Idul Adha. Tak hanya itu, amal ini pun menjadi tabungan akhirat Anda.

Tambahan: Bolehkah Daging Kurban Dimasak dan Dimakan?

Ya, sangat boleh. Justru disunnahkan bagi orang yang berkurban untuk menyantap sebagian dari daging kurbannya. Ini adalah bentuk syukur atas nikmat Allah dan meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW.

Penutup

Berkurban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi ibadah agung yang sarat makna spiritual dan sosial. 

Dengan menunaikan amalan-amalan yang dianjurkan serta membaca doa-doa yang tepat, Anda dapat meraih keberkahan maksimal dari ibadah kurban.

Jika Anda belum mampu menyembelih sendiri, berdonasi melalui lembaga terpercaya seperti Yayasan Rintisan Amal Bunda adalah pilihan yang tepat. 

Mari kita jadikan momen Idul Adha ini sebagai ladang amal yang mendekatkan kita kepada Allah dan kepada sesama.***

Leave a Comment