Amal Bunda

Adab Menyambut Tahun Baru Islam, Ini yang Harus Dilakukan

Bagikan :

Tahun Baru Islam bukan hanya penanda pergantian kalender Hijriah, tetapi juga momen refleksi spiritual yang sarat makna. 

Dalam tradisi Islam, 1 Muharram merupakan waktu yang sangat mulia dan patut disambut dengan sikap yang penuh kesadaran. 

Maka penting bagi Anda memahami bagaimana sebaiknya menyambut datangnya tahun baru ini—bukan dengan euforia duniawi, melainkan dengan adab dan amalan yang sesuai ajaran Islam.

Jika tahun baru Masehi kerap dirayakan dengan pesta dan kembang api, maka Tahun Baru Islam lebih tepat diisi dengan muhasabah, doa, dan kebaikan. 

Lantas, apa saja yang termasuk adab menyambut Tahun Baru Islam? Simak penjelasan berikut.

Kenapa 1 Muharram Itu Istimewa?

1 Muharram adalah awal dari kalender Hijriah yang dihitung berdasarkan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. 

Peristiwa ini bukan sekadar perpindahan geografis, tetapi juga simbol transisi spiritual: dari tekanan menuju kebebasan berdakwah, dari penderitaan menuju harapan.

Karenanya, Muharram sering dianggap sebagai momentum untuk berhijrah dalam arti yang lebih luas—meninggalkan perilaku buruk menuju perbaikan diri yang konsisten.

Adab Menyambut Tahun Baru Islam

Agar momen ini menjadi lebih bermakna, berikut adalah adab dan kebiasaan baik yang bisa Anda lakukan dalam menyambut 1 Muharram.

1. Meninggalkan Perayaan yang Berlebihan

Islam tidak mengenal perayaan tahun baru dalam bentuk hura-hura. Oleh karena itu, hindari tradisi yang tak sesuai dengan syariat seperti pesta hingga larut malam, meniup terompet, atau menyalakan petasan. 

Alih-alih membawa berkah, kegiatan semacam ini bisa melalaikan dan menjauhkan dari makna sebenarnya.

2. Memperbanyak Doa dan Dzikir

Malam pergantian tahun Hijriah sebaiknya diisi dengan memperbanyak doa dan dzikir. 

Salah satu amalan yang bisa dibaca adalah doa akhir tahun dan awal tahun, meskipun tidak wajib, namun sudah menjadi tradisi yang baik di kalangan umat Islam. 

Anda bisa juga membaca istighfar, tasbih, tahlil, dan tahmid untuk menyambut tahun baru dengan hati bersih.

3. Muhasabah Diri

Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk merenung. Apa saja yang sudah Anda capai? Apa yang harus diperbaiki? 

Muhasabah atau evaluasi diri adalah bagian penting dalam adab menyambut tahun baru Islam. Catat target-target kebaikan yang ingin Anda raih sepanjang tahun ini.

4. Melakukan Puasa Sunnah

Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yakni bulan Muharram.” (HR. Muslim). 

Maka, berpuasa pada tanggal 1 Muharram atau hari-hari lain dalam bulan ini sangat dianjurkan.

5. Bersedekah kepada yang Membutuhkan

Sedekah adalah bentuk syukur yang sangat dianjurkan. Anda bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu yang kesulitan, terutama di awal tahun. 

Ini bisa menjadi simbol bahwa Anda memulai tahun dengan niat baik untuk memberi manfaat kepada sesama. Jika Anda ingin berdonasi sore ini, berikut informasi lembaga yang bisa dipercaya:

LKS Yayasan Rintisan Amal Bunda
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Nomor Rekening: 7166633375
Atas Nama: LKS Yayasan Rintisan Amal Bunda
WhatsApp: 0813-8894-2720

Tips Menjadikan Tahun Baru Islam Lebih Bermakna

  • Ajarkan makna hijrah kepada anak-anak.
  • Buat target ibadah tahunan bersama keluarga.
  • Hindari kegiatan yang bersifat konsumtif dan mubazir.
  • Kunjungi majelis ilmu atau ikut kajian online.

Semua ini akan menumbuhkan kebiasaan baik yang tidak hanya dilakukan saat tahun baru saja, tetapi bisa berlanjut sepanjang tahun.

Penutup: Awali Tahun Baru dengan Hijrah Pribadi

Tahun baru Islam bukan sekadar pergantian angka. Ia adalah panggilan untuk berubah. Berhijrahlah secara pribadi—dari malas menjadi rajin, dari lalai menjadi taat, dari keburukan menuju kebaikan.

Dengan memperhatikan adab menyambut 1 Muharram, Anda tidak hanya menjaga nilai-nilai Islam, tetapi juga memperkuat fondasi spiritual keluarga dan lingkungan sekitar. 

Mari rayakan tahun baru Hijriah dengan cara yang benar—penuh makna, syukur, dan niat baik.***

Leave a Comment