Amal Bunda

Apa yang Dilarang ketika Kurban? Ini Syarat Orang yang Mau Berkurban

Bagikan :

Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan ibadah kurban. Ritual ini bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. 

Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang dilarang bagi orang yang hendak berkurban? Selain itu, tidak semua orang secara otomatis wajib berkurban—ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi.

Agar kurban Anda sah dan diterima sebagai ibadah yang diridhai Allah, simak ulasan lengkap berikut ini. Kami sajikan secara ringan, tetapi tetap informatif dan berdasarkan sumber yang terpercaya.

Apa Saja yang Dilarang saat Hendak Berkurban?

Bagi Anda yang berniat berkurban, Islam mengajarkan adab dan larangan tertentu yang sebaiknya dipatuhi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Tidak Memotong Rambut dan Kuku

Ini adalah larangan paling populer yang banyak orang belum paham sepenuhnya. Berdasarkan hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila telah masuk sepuluh (hari pertama Dzulhijjah), dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun hingga ia menyembelih kurbannya.” (HR. Muslim)

Larangan ini berlaku khusus bagi orang yang berniat berkurban, bukan bagi seluruh anggota keluarganya. 

Tujuannya adalah agar ia tetap dalam kondisi utuh secara fisik hingga waktu penyembelihan, sebagai bentuk ketundukan total kepada Allah SWT.

2. Tidak Menjual Bagian dari Hewan Kurban

Segala sesuatu yang berasal dari hewan kurban, termasuk kulit, tanduk, atau daging, tidak boleh dijual. Semuanya harus diberikan sebagai sedekah atau dibagikan. 

Bahkan, tidak diperkenankan memberikan bagian hewan kurban kepada tukang sembelih sebagai upah.

3. Tidak Menyembelih Hewan yang Tidak Memenuhi Syarat

Jangan sembarangan memilih hewan. Hewan yang sakit, pincang, atau terlalu kurus tidak sah dijadikan kurban. Rasulullah SAW menyebut empat jenis cacat yang membuat hewan tidak layak dikurbankan:

  • Buta sebelah secara jelas
  • Sakit parah
  • Pincang berat
  • Sangat kurus hingga tidak ada sumsum tulangnya

Syarat bagi Orang yang Mau Berkurban

Tidak semua orang diwajibkan berkurban. Namun, bagi yang ingin melakukannya, berikut adalah syarat-syarat utama:

1. Muslim

Berkurban adalah ibadah dalam Islam, sehingga syarat pertama tentu saja harus beragama Islam.

2. Baligh dan Berakal

Orang yang berkurban sebaiknya sudah dewasa dan mampu berpikir secara sehat. Anak kecil tidak diwajibkan, meskipun orang tua boleh berkurban atas nama mereka.

3. Mampu Secara Finansial

Kurban hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu secara ekonomi, yakni memiliki kelebihan harta setelah kebutuhan pokoknya terpenuhi. Tidak perlu memaksakan diri hingga berutang demi berkurban.

4. Niat karena Allah

Pastikan kurban yang Anda lakukan murni diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk pamer atau gengsi sosial.

Waktu Terbaik Menyembelih Hewan Kurban

Waktu menyembelih hewan kurban dimulai setelah salat Idul Adha dan berlangsung hingga tanggal 13 Dzulhijjah atau hari tasyrik terakhir. Jadi, Anda memiliki waktu selama empat hari untuk melaksanakan kurban.

Menyembelih sebelum salat Id, meskipun diniatkan sebagai kurban, tidak akan sah. Maka dari itu, penting memastikan waktu pelaksanaan sesuai syariat.

Kurban Jadi Ladang Pahala, Jangan Lewatkan Kesempatan Berbagi

Jika Anda belum memiliki kesempatan menyembelih hewan sendiri, Anda tetap bisa meraih pahala kurban dengan berdonasi melalui lembaga terpercaya. Salah satunya adalah Yayasan Rintisan Amal Bunda yang siap menyalurkan kurban dan sedekah Anda kepada yang berhak menerimanya.

Berikut informasi jika Anda tertarik berdonasi:

Bank Syariah Indonesia (BSI): 7166633375
Atas Nama: LKS Yayasan Rintisan Amal Bunda
Kontak WhatsApp: 0813-8894-2720

Yayasan ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin berdonasi, baik kurban langsung maupun bentuk bantuan lainnya. 

Jangan ragu menghubungi untuk informasi lebih lanjut atau berkonsultasi terkait donasi.

Penutup

Idul Adha bukan hanya perayaan penyembelihan hewan, tetapi lebih dari itu—ia adalah momentum mendekatkan diri pada Allah dengan ketaatan dan kepedulian sosial. 

Pahami larangan dan syarat berkurban agar ibadah Anda tidak sia-sia. Gunakan kesempatan ini untuk berbagi, merenung, dan meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS.  

Jika belum mampu berkurban secara langsung, Anda masih bisa bersedekah melalui jalur lain. Yang penting adalah niat dan usaha untuk meraih rida Allah SWT.***

Leave a Comment