NAGEKEO, NTT — Respons kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terus dilakukan oleh Ethos Kreatif Indonesia bersama Amal Bunda. Pada 2–7 September 2026, bantuan disalurkan di sejumlah wilayah Desa Maropokot dan Desa Nggolonio, dengan perhatian khusus terhadap kelompok perempuan dan anak.
Kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam rangkaian respons tersebut. Kelompok ini memiliki kebutuhan dasar yang spesifik, terutama terkait nutrisi, kesehatan, kebersihan, serta kebutuhan bayi dan anak.
Memastikan Perempuan dan Anak Tetap Mendapat Perhatian
Pada 2–3 September, tim melakukan distribusi bantuan di Desa Maropokot. Bantuan mencakup bubur biskuit balita untuk 143 penerima, dukungan nutrisi bagi 8 ibu hamil, serta 143 paket popok dan perlengkapan bayi.
Selain itu, sebanyak 204 hygiene kit dan 62 bantuan lainnya turut didistribusikan kepada masyarakat.
Respons kemudian berlanjut pada 4–5 September di Desa Nggolonio. Sebanyak 96 balita, 8 ibu hamil, dan 8 ibu menyusui menjadi bagian dari penerima manfaat kelompok 3B.
Bantuan yang diberikan meliputi makanan balita, dukungan nutrisi bagi ibu hamil, popok dan perlengkapan bayi, hingga hygiene kit.
Ketua Yayasan Amal Bunda, Bunda Anita Ratna Faoziyah, mengatakan bahwa perhatian terhadap kelompok perempuan dan anak menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan yang dilakukan di Nagekeo.
“Dalam situasi pasca bencana, kebutuhan perempuan dan anak tidak boleh terlewatkan. Kami ingin memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan untuk kebutuhan dasar, terutama nutrisi, kebersihan, dan perlengkapan yang dibutuhkan sehari-hari.”
Tidak Berhenti pada Distribusi
Memasuki 6–7 September, respons kembali dilakukan di Desa Maropokot. Kali ini, bantuan diperluas dengan 335 paket sayur, makanan MPASI untuk balita, dukungan nutrisi bagi ibu hamil, serta penyediaan water tank atau tandon air di dua titik.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa respons kemanusiaan tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan sesaat, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama proses pemulihan.
“Kami tidak ingin respons ini berhenti pada datang, membagikan bantuan, kemudian selesai. Kami juga melihat kebutuhan di lapangan dan berusaha menyesuaikan bantuan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bunda Anita.
Melalui rangkaian aksi tersebut, Ethos Kreatif Indonesia dan Amal Bunda berupaya memastikan bantuan dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan, khususnya bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian serta dukungan selama masa pemulihan pascabencana.