Puasa Tarwiyah adalah ibadah sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Lantas, bagaimana panduan dan kapan dilakukan?
Nama “Tarwiyah” berasal dari kata Arab yang berarti “mengambil air” atau “merenung,” yang berkaitan dengan momen ketika Nabi Ibrahim AS mempersiapkan diri dalam menjalankan perintah Allah.
Melaksanakan puasa di hari ini menjadi wujud ketaatan dan persiapan spiritual menyambut Hari Raya Idul Adha.
Kapan Puasa Tarwiyah Dilaksanakan di Tahun 2025?
Menurut pengumuman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah akan jatuh pada tanggal 28 Mei 2025.
Dengan perhitungan tersebut, puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah akan jatuh pada hari Rabu, 4 Juni 2025.
Hari berikutnya, Kamis 5 Juni 2025, umat Islam melaksanakan puasa Arafah, dan Idul Adha akan dirayakan pada Jumat, 6 Juni 2025.
Keutamaan Melaksanakan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah memiliki nilai spiritual yang sangat berarti. Walaupun masih kurang dikenal dibanding puasa Arafah, puasa ini diyakini memiliki keutamaan besar, antara lain:
- Menghapus Dosa Setahun: Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa puasa di hari Tarwiyah dapat menghapus dosa selama satu tahun penuh. Ini menjadi kesempatan bagi Anda untuk membersihkan diri secara spiritual.
- Meningkatkan Rasa Taat dan Pengorbanan: Puasa ini melambangkan ketaatan Nabi Ibrahim AS yang menjadi teladan pengorbanan kepada Allah. Anda pun diajak untuk meningkatkan ketaatan dan rasa ikhlas dalam beribadah.
- Persiapan Menyambut Idul Adha: Dengan menjalankan puasa ini, Anda mempersiapkan hati dan jiwa untuk menyambut hari raya Idul Adha dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan.
Selain itu, puasa Tarwiyah juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa.
Niat Puasa Tarwiyah yang Benar
Agar puasa Anda diterima, niat harus dilakukan dengan ikhlas sebelum waktu Subuh. Berikut contoh bacaan niat puasa Tarwiyah:
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Mengucapkan niat ini di malam hari sebelum tidur atau saat sahur merupakan langkah penting agar ibadah puasa Anda sah.
Cara Melaksanakan Puasa Tarwiyah
Melaksanakan puasa Tarwiyah tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya:
- Sahur: Disunnahkan makan sahur sebagai bekal menjalankan puasa.
- Menahan Diri: Dari terbit fajar hingga terbenam matahari, hindari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
- Berbuka: Segera berbuka ketika adzan Maghrib berkumandang.
- Perbanyak Ibadah: Selain menahan lapar, perbanyak amalan baik, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.
Berbagi Kebaikan di Hari Tarwiyah
Selain menjalankan puasa, Anda juga bisa menambah pahala dengan berbagi kepada sesama.
Yayasan Rintisan Amal Bunda menyediakan layanan donasi bagi Anda yang ingin menyalurkan sedekah atau hewan kurban secara mudah dan terpercaya.
Informasi donasi:
- Bank Syariah Indonesia (BSI): 7166633375
- Atas Nama: LKS Yayasan Rintisan Amal Bunda
- Kontak WhatsApp: 0813-8894-2720
Donasi Anda akan membantu banyak orang, terutama yang membutuhkan. Dengan beramal, ibadah Anda akan semakin lengkap dan berkah.
Kesimpulan
Puasa Tarwiyah merupakan amalan sunnah bernilai tinggi yang bisa Anda jalankan sebagai persiapan menyambut Idul Adha.
Selain menghapus dosa setahun, puasa ini memperkuat rasa taat dan menambah keikhlasan dalam beribadah.
Tandai kalender Anda, jangan lewatkan kesempatan berpuasa Tarwiyah pada 4 Juni 2025 dan raih keberkahan dari Allah SWT.***