NAGEKEO, NTT — Respons kemanusiaan Ethos Kreatif Indonesia bersama Amal Bunda di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dilakukan secara bertahap selama 2–7 September 2026.
Selama tujuh hari tersebut, tim tidak hanya melakukan distribusi bantuan, tetapi juga berkoordinasi dengan relawan lokal, melakukan packing bantuan, hingga asesmen untuk memahami kebutuhan masyarakat di lapangan.
2–3 September: Memulai Distribusi di Maropokot
Pada tahap awal, tim melakukan distribusi bantuan di Desa Maropokot.
Bantuan yang disalurkan meliputi bubur biskuit balita, dukungan nutrisi bagi ibu hamil, popok dan perlengkapan bayi, hygiene kit, serta bantuan lainnya.
Dalam laporan lapangan, terdapat 143 balita, 53 ibu menyusui, dan 53 ibu hamil dalam data penerima manfaat kelompok 3B.
Distribusi dilakukan di empat dusun, yaitu Maropokot Dusun 1, Dusun 2, Dusun 3, dan Dusun 4.
4–5 September: Memperluas Jangkauan
Respons kemudian berlanjut ke Desa Nggolonio.
Sebanyak 96 balita, 8 ibu hamil, dan 8 ibu menyusui tercatat sebagai penerima manfaat kelompok 3B.
Selain distribusi, tim bersama relawan lokal juga melakukan packing 225 paket bantuan yang diperuntukkan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sebanyak 104 hygiene kit kemudian disalurkan kepada kelompok tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
6–7 September: Memperkuat Kebutuhan Pangan dan Air
Pada tahap berikutnya, tim kembali ke Desa Maropokot dengan bantuan yang lebih beragam.
Sebanyak 335 paket sayur didistribusikan kepada masyarakat. Selain itu, bantuan juga mencakup makanan MPASI untuk balita, dukungan nutrisi bagi ibu hamil, serta penyediaan water tank atau tandon air di dua titik.
Tim juga melakukan asesmen untuk memastikan respons tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi dapat diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat secara lebih berkelanjutan.
Ketua Yayasan Amal Bunda, Bunda Anita Ratna Faoziyah, menegaskan bahwa kehadiran di lapangan menjadi bagian dari upaya memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Tujuh hari ini bukan sekadar tentang berapa banyak bantuan yang bisa kami distribusikan. Yang lebih penting adalah melihat langsung apa yang dibutuhkan masyarakat dan bagaimana kita bisa memberikan dukungan yang tepat untuk proses pemulihan mereka.”
Respons yang Terus Bergerak
Rangkaian kegiatan selama tujuh hari tersebut menunjukkan bahwa penanganan kondisi pascabencana membutuhkan proses yang bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Mulai dari pemenuhan kebutuhan bayi dan ibu, penyediaan pangan, hingga penguatan akses air, setiap tahap menjadi bagian dari dukungan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap langkah kecil yang dilakukan bersama relawan, donatur, dan seluruh pihak yang mendukung dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nagekeo,” tambah Bunda Anita.
Melalui rangkaian respons tersebut, Ethos Kreatif Indonesia dan Amal Bunda berupaya menghadirkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga pada pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan.