Amal Bunda

Doa Lailatul Qadar Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Bagikan :

Malam Lailatul Qadar menjadi momen yang paling dinantikan umat Islam setiap bulan Ramadan. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini penuh keberkahan, ampunan, dan kemuliaan. 

Tak heran jika banyak umat Muslim meningkatkan ibadahnya, terutama pada 10 malam terakhir Ramadan.

Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah membaca Doa Lailatul Qadar. Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi permohonan tulus agar Allah SWT mengampuni dosa dan memberikan rahmat-Nya.

Kapan Doa Lailatul Qadar Diamalkan?

Cara mengamalkan doa Lailatul Qadar dapat dilakukan sepanjang bulan Ramadhan atau secara khusus dilakukan secara istiqamah pada 10 hari terakhir Ramadhan. 

Karena mayoritas ulama Mazhab Syafi’i meyakini Lailatul Qadar jatuh pada rentang waktu itu.

Artinya, Anda bisa mulai membiasakan doa ini sejak awal Ramadan, lalu memperbanyaknya saat memasuki malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir. 

Waktu terbaik membacanya adalah setelah salat, saat i’tikaf, ketika sujud terakhir, atau dalam doa-doa pribadi di sepertiga malam.

Bacaan Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan

Berikut 2 doa Lailatul Qadar dengan tulisan Arab, latin, serta terjemahannya:

1. Doa Pertama

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

  1. Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah)

Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”

“Redaksi doa yang pertama ini berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi,” jelas Wakil Sekretaris LBM PBNU ini.

Doa ini diriwayatkan dari hadits yang dicatat oleh Imam At-Tirmidzi. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan doa ini kepada Sayyidah Aisyah RA ketika beliau bertanya tentang apa yang sebaiknya dibaca saat bertemu Lailatul Qadar.

2. Doa Kedua

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

  1. Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah).

Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”

Perbedaan dari dua versi doa ini terletak pada tambahan kata karīmun (Maha Pemurah) pada doa pertama. Keduanya sama-sama bermakna permohonan ampun kepada Allah SWT.

Makna Mendalam di Balik Doa

Kata afuwwun berarti Allah Maha Pemaaf, bukan sekadar mengampuni, tetapi juga menghapus dosa hingga seakan tidak pernah terjadi. Sedangkan tuhibbul ‘afwa menunjukkan bahwa Allah menyukai sifat memaafkan.

Dengan membaca doa ini, Anda tidak hanya memohon ampun untuk diri sendiri, tetapi juga diingatkan untuk menjadi pribadi yang mudah memaafkan orang lain.

Momentum Lailatul Qadar adalah saat terbaik untuk refleksi diri. Bukan hanya memperbanyak ibadah ritual, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama.

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Meski tidak ada kepastian tanggalnya, banyak riwayat menyebut Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Beberapa tanda yang sering disebutkan dalam literatur keislaman antara lain:

  • Malam terasa tenang dan sejuk
  • Tidak terlalu panas atau dingin
  • Matahari terbit keesokan harinya tampak redup

Namun, yang terpenting bukan mencari tandanya, melainkan memperbanyak ibadah dan doa.

Amalan Pendukung Selain Doa

Selain membaca doa Lailatul Qadar, Anda juga bisa menambah amalan lain seperti:

  • Salat malam (qiyamul lail)
  • Membaca Al-Qur’an
  • Berdzikir dan istighfar
  • Bersedekah

Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak kepedulian sosial. Salah satu lembaga sosial yang bergerak dalam bidang kemanusiaan adalah Yayasan Amal Bunda. Lembaga ini aktif dalam Bidang Ketahanan Pangan, Pendidikan, dan Kesehatan.

Jika Anda ingin menyalurkan donasi atau mencari informasi lebih lanjut, berikut kontak yang dapat dihubungi:
0853-5370-4022
amalbunda.id@gmail.com
Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53211

Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan

Banyak ulama menganjurkan untuk memperbanyak i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir. Anda juga bisa membuat target ibadah pribadi, misalnya:

  • Membaca doa Lailatul Qadar minimal 100 kali setiap malam
  • Menyelesaikan satu juz Al-Qur’an
  • Bersedekah setiap malam, meski nominal kecil

Konsistensi lebih penting daripada jumlah besar tetapi hanya sesekali.

Doa Lailatul Qadar adalah doa sederhana dengan makna yang sangat dalam. Isinya bukan permintaan duniawi yang panjang, melainkan inti dari keselamatan hidup: ampunan Allah SWT.

Dengan mengamalkannya secara rutin, terutama pada 10 malam terakhir Ramadan, Anda berharap mendapatkan kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Semoga Ramadan tahun ini menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bersih, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah SWT.***

Leave a Comment